Berangkat dari hotel setelah sebelumnya saya mengunjungi kost teman saya selama 1 jam. Pukul 10.30 25 Juni 2008 bersama dengan teman saya menuju Merdeka Walk menggunakan becak dengan ongkos IDR 10000. Lama perjalanan hanya sekitar 10 menit dari Hotel Grand Angkasa. Itupun sudah jalan memutar karena jalan raya di Medan banyak yang satu arah. Berhenti dan turun tepat di depan Merdeka Walk, kami langsung masuk menuju kawasan Merdeka Walk.
Yang pertama saya lihat adalah susunan bangku dan meja layaknya Food Court yang ada di mal-mal. Banyak warung-warung yang menjual makanan kecil dan minuman. Warung franchise pun ada mulai dari yang jago soal burger sampai franchise yang terkenal dengan pizza-nya.

Jujur saja, saya over expectasy dengan tempat yang bernama Merdeka Walk. Ternyata setelah saya berkunjung, dalam hati saya berkata “Cuma segini ajah???”. Tak sesuai dengan harapan saya yang begitu wah. Tapi daripada saya hanya berdiam diri di hotel lebih baik ke Merdeka Walk untuk refreshing bersama teman saya.
Merdeka Walk, menurut teman saya itu adalah tempat nongkrong-nya anak muda di kota Medan. Sebuah tempat yang beratapkan langit dan tanpa dibatasi tembok. Yup, jadi sambil nongkrong, bisa juga melihat bintang-bintang (di Jakarta udah jarang) atau melihat lalu lalang kendaraan di jalan raya.
Yang pasti kalau berkunjung ke Medan, tak lengkap jika tak ke Merdeka Walk…



Juni 29, 2008 pukul 12:10 am
hmm… Merdeka Walk ya.. ya deh kapan2 kalo ke Medan saya bakal kesitu…
sigit says:
ditunggu…Merdekaaaaaa
Juni 29, 2008 pukul 7:08 am
Terakhir kali ke Medan (2004), ada sebuah jalan, yang kalau malam ditutup dan dipenuhi pedagang makanan dengan menggunakan tenda….mirip daerah Kembang Jepun di Surabaya….juga di Malaka (Malaysia). Tempat nongkrong anak muda, keluarga,….kalau soal makanan sih rasanya relatif….
sigit says:
nama tempatnya Merdeka Walk ya bu ?
atau beda lagi dengan Merdeka Walk ?