Baru-baru ini ada wacana tentang kebijakan baru Gubernur DKI Jakarta untuk mengatasi macet. kebijakan ini mengenai perubahan jam kegiatan pagi hari, yaitu jam masuk sekolah dan jam masuk kantor. jam masuk sekolah yang pada umumnya masuk pukul 7 pagi akan dimajukan menjadi masuk jam 6.30 pagi atau jam 6.45. sedangkan jam masuk kantor belum ditentukan, karena ini kewenangan dari tiap perusahaan.

khusus untuk jam masuk sekolah sepertinya para Ibu-ibu akan kerepotan, terutama Ibu-ibu yang berprofesi sebagai wanita karier. pagi ini saya mendengar di radio swasta ada seorang Ibu yang berkomentar

“klo masuk lebih pagi, anak saya mo dibangunin jam berapa?, sekalian aja abis ba’da subuh, sekalian aja gak usah tidur, ntar kurang darah, cape…”

nah itu yang komentar yang baik, ada lagi anak sekolah yang komentar seperti ini

“masuk jam setengah tujuh enak, biar papa mama gak telat nganter lagi”

kalau dilihat dari 2 komentar di atas, kayanya yang bakal “kebakaran jenggot” para Ibu-ibu, kalau si anak sebenernya gak ada masalah. ada lagi komentar yang lain, seperti ini

“Pemprov DKI ingin memajukan mutu pendidikan di Jakarta, mungkin karena belum mampu, jadi yang dimajukan jam masuk sekolah dulu”

ada-ada saja komentar dari warga Jakarta, tapi semoga saja kebijakan ini -jika jadi diberlakukan- akan berdampak baik terhadap lalu lintas di Jakarta.

sebetulnya mudah saja kalau tidak ingin terjebak macet, solusinya bangun lebih pagi, berangkat lebih pagi. nah sekarang apakah warga Jakarta mampu bangun lebih pagi dari yang saat ini biasa dilakukan?

jawabannya tergantung dari individu masing-masing. kalau saya sendiri berangkat ke kantor jam 6.15 s.d. 6.30, bahkan pernah di kantor yang dulu saya berangkat jam 5.15. tapi ini kan jawaban dari seorang yang belum punya anak (hahahaha).