Ada beberapa sebutan buat orang-orang yang mempunyai keturunan Tionghoa, istilah-istilah ini saya dapatkan dari perbincangan di suatu radio Jakarta. Saat mendengar perbincangan tersebut, saya jadi teringat bahwa istilah-istilah tersebut dulu sering saya dengar juga dari beberapa teman yang mempunyai garis keturunan Tionghoa.

Sebetulnya saya hanya ingin me-refresh saja beberapa istilah tersebut dan mungkin sampai sekarang masih sering digunakan sebagai identitas. Yang menyebut istilah-istilah tersebut juga bukan orang pribumi, tetapi dari mereka sendiri yang mempunyai keturunan Tionghoa yang digunakan sebagai identitas.

Nah, ini dia beberapa sebutan buat teman-teman yang mempunyai keturunan Tionghoa:

1. Cina totok

Orang yang disebut Cina totok adalah orang yang mempunyai garis keturunan Tionghoa murni. Kedua orang tuanya mempunyai keturunan Tionghoa. Ada juga yang menyebutkan tidak hanya itu, tetapi Cina totok juga lahir di tanah leluhur, tanah air mereka. Klo dari fisik sih gampang saja dilihatnya, tentunya dengan bermata sipit, kulit putih.

2. Cina peranakan

Nah klo Cina peranakan ini, orang yang keturunan Tionghoa nya tidak murni lagi. Hanya salah satu dari orang tuanya saja yang mempunyai keturunan Tionghoa. Baik dari orang tua perempuan atau dari orang tua lelaki. Tempat kelahiran pun tidak di tanah leluhur, jadi bisa dibilang darah campuran. Bisa jadi Cina peranakan mempunyai fisik yang jauh dari orang Tionghoa pada umumnya. Misalnya saja, Tionghoa yang berpasangan dengan orang Flores, nah bisa jadi nanti anaknya tidak berkulit putih.

3. Cina benteng

Cina benteng itu bentuk spesifik dari Cina peranakan. Hanya saja tempat kelahiran berada di Tangerang. Waktu jaman Belanda, di kota Tangerang ada benteng Belanda yang dijaga oleh seorang Makassar (saya lupa namanya). Benteng itu disebut juga benteng Makassar, karena yang menjaga benteng itu adalah orang-orang Makassar. Orang-orang Tionghoa yang lahir di daerah Tangerang, tepatnya Pasar Lama (bukan Pasar Baru), disebut Cina Benteng. Jadi walaupun lahir di Tangerang tapi bukan dari Pasar Lama atau pendatang yang kemudian menetap di Tangerang, tetep aja bukan Cina Benteng.

4. Cina udik

Dahulu kala pernah terjadi pemberontakan orang-orang Tionghoa di daerah Glodok, disebut juga Pemberontakan Glodok. Banyak Tionghoa yang juga melarikan diri ke berbagai daerah, termasuk Tangerang. Tionghoa ini yang melarikan diri ke Tangerang dan kemudian menetap bahkan sampai beranak cucu disebut Cina Udik.

Ada yang punya pendapat lain?
Bagaimanapun juga saya ingin mengucapkan

Selamat Tahun Baru Imlek 2559

bagi yang merayakan.

Gong Xi Fat Choi