Seperti biasa, saya selalu menjawab tidak tahu saat ditanyakan ingin makan apa, karena biasanya apa yang ada, ya saya makan. Artinya kalau melihat suatu makanan dan terlihat menarik, pasti saya tertarik untuk memakannya. Sama seperti Soto Lamongan Cak Sukar, sebenarnya saya sudah beberapa kali makan di tempat ini, tapi itu dulu dengan teman-teman Dagadu Djokdja. Saat melewati daerah kampus UGM, tepatnya MIPA UGM (kampus saya dulu), terlintas di pikiran saya untuk makan di daerah depan Graha Sabha Pramana UGM. Pelan-pelan saya lihat kiri kanan jalan untuk melihat warung pinggir jalan yang makanannya menarik (nama makanan terlihat dari tenda warung). Saat saya lihat di sebelah kiri jalan, tepatnya di depan kampus Farmasi UGM saya melihat ada warung Soto Lamongan Cak Sukar (mungkin pemiliknya Cak Sukar).

Warung Soto ini tidak hanya menyediakan menu soto lamongan saja, tetapi juga nasi rawon dan tahu campur. Soto lamongan ini terasa gurih dengan campuran sedikit kentang dan telur bulat. Dengan campuran sambal, kecap dan jeruk nipis, rasa soto lamongan ini terasa mantep. Apalagi dengan tambahan kerupuk dan dimakan saat udara dingin (kebetulan malam itu akan hujan). Nasi langsung dicampur dengan soto dalam satu mangkok, sambal, kerupuk dan tambahan lain disediakan langsung di atas meja. Sehingga kita dapat menambahkannya sesuai keinginan.

Seingat saya, dulu ada menu jumbo untuk soto lamongan. Bedanya menu jumbo dengan menu biasa terletak pada porsi nasi dan telur bulat yang menjadi campuran. Jika pada menu biasa, telur bulat hanya setengah tapi pada porsi jumbo untuk telur bulat diberikan satu bulat penuh. Nasinya pun hampir dua kali lipat porsi biasa. Tapi sayangnya saya tidak mencicipi porsi jumbo karena memang sudah tidak ada lagi, meskipun begitu untuk menggantikannya, saya sampai makan dua mangkok soto lamongan, (laper atau doyan ya…). Ditambah dengan lantunan musik teman-teman Paduan Suara Mahasiswa UGM yang malam itu menyanyikan lagu Keroncong Kemayoran, mungkin hal ini bukan fasilitas tetap Soto Lamongan, tapi paling tidak kita akan mendapati musikus jalanan lain.

Harga soto lamongan ini pun cukup murah, hanya dengan empat ribu rupiah (belum ditambah kerupuk dan minum lho tapi gak pake PPN 10%), kita sudah bisa mencicipi nikmatnya soto ini. Jadi jangan ragu untuk sekedar main-main ke UGM dan mencicipi makanan yang ada di daerah kampus UGM, apalagi Soto Lamongan Cak Sukar.