Jam di kantor telah menunjukkan pukul 5 sore, saatnya pulangggg….Yup, seperti biasa saya “TengGo”, saat Teng (jam pulang kantor) langsung Go (langsung pulang, gak pake nunggu). Keluar dari ruangan kantor, pemeriksaan tas di security, menunggu lift untuk turun dari lantai 3 ke lantai G.
Cepat-cepat jalan untuk keluar dari Wisma Mulia biar bisa pulang cepat sampai rumah soalnya saya harus naik angkutan umum sampai 3 kali (bis 2 kali, angkot 1 kali) menuju Tanjung Priok.

Saat sampai di jembatan penyeberangan, tepat di depan Menara Jamsostek tiba-tiba saya dipanggil oleh seorang bapak atau mungkin lebih tepatnya kakek, karena mempunyai kumis yang berwarna putih. Beliau berhenti di tepi jalan dari vespa-nya dan memanggil saya.

Kakek: “De, sebentar”
Saya: (kaget, karena ingin cepat-cepat pulang) “Ya…”
Kakek: “Saya jual jam ini, buat beli bensin”
Saya: (Masih kaget, sambil melihat jam yang masih berada di tangan kakek) “Hah…”
Kakek: “Murah de”
Saya: (Sempat mikir, secara saya belum punya jam)”Mmmhhhh…”
Kakek: “Buat beli bensin de”
Saya: “Gak deh pak, makasih” (Langsung pergi naik jembatan penyeberangan)

Ketika berada di anak tangga jembatan, saya melihat ke bawah arah kakek tersebut dan ternyata kakek tersebut menawarkan jam tersebut ke orang berikutnya. Tetapi tampaknya orang tersebut juga tidak mau untuk membeli jam tersebut. Karena terlihat orang yang ditawari langsung pergi begitu saja.

Saat sudah naik bis menuju rumah tercinta, ada beberapa pertanyaan yang tersimpan di benak otak saya.

1. Jam nya masih bener gak ya?
2. Harganya berapa? (Saat itu gak diberi tahu berapa harganya)

3. Beneran untuk beli bensin?
4. Kakek itu penipu atau bukan ya?

Mungkin pertanyaan tersebut tidak akan pernah terjawab sampai saya bertemu dengan kakek itu lagi. Ataukah ada yang pernah mengalami hal tersebut???

PS:
Lokasi: Depan Menara Jamsostek, di bawah jembatan penyeberangan
Waktu: Lebih kurang pukul 5.15 sore