Bang Bang BangGak lepas dari pistol, shotgun, machine gun, dual gun semua adegan dalam film ini. Jikalau Anda penyuka game Counter Strike (apapun versinya), Vietkong and bla bla bla(game yang lain) maka patutlah untuk cepat-cepat menonton film ini. Secara film ini belum diputar di semua jaringan bioskop 21, soalnya saya lihat di website 21 memang belum ada jadwal tayangnya (masih dalam kategori Kaming Sun) di jaringan bioskop tersebut. Bahkan di Blitz Megaplex juga belum ada, hehehe.

Dikarenakan saya tidak menonton film ini dengan aura bioskop yang gelap gulita, suara yang membahana (pake Dolby Digital) jadi kurang mantebh suara jedar jedornya. Tapi paling gak, saya sudah bisa bercerita sebelum diputar di 21 atau di Blitz Megaplex, hehehe.

Tidak pernah ada adegan ngobrol ngalor ngidul selama lebih dari 2 menit dalam film ini, istilahnya sedikit bicara banyak bekerja. Sedikit ngobrol, cabut pistol, langsung jedor. Beng… darah muncrat di mana-mana, hanya saja efek darah di film ini masih kurang meyakinkan. Baik darah karena luka tembakan, ataupun karena tusukan pisau. Tapi meskipun begitu, ada juga lho adegan yang lumayan lama. Pas adegan Smith (Clive Owen) dengan Donna Quintano (Monica Belluci) “maen”, tapi ujung-ujungnya juga dar der dor sama si penjahat. Bayangin aja, lagi asik-asikan tiba-tiba diganggu sama suara tembakan. Udah… jangan dibayangin yang aneh-aneh…

Pertempuran di langit saat terjun dari pesawat benar-benar memprihatinkan. Tampilan gambarnya kurang halus, jadi terlihat kalau langit yang menjadi background memang boong-boongan. Memang sih, gak mungkin buat scene di langit, tambah lagi tembak sana tembak sini. Bagaimana nge-shot nya yak. Tapi paling tidak, efek background yang ditampilkan seharusnya tidak terlalu kelihatan kalau itu boongan. Mungkin pengaruh biaya kali ya (asumsi iseng).

Smith maupun Hertz (Paul Giamatti) jadi tokoh yang abadi, setidaknya sampai Smith membunuh Hertz dengan (cerdiknya) menggunakan empat peluru yang diapit di kelima jarinya kemudian didekatkan ke tungku perapian dan di arahkan ke dada Hertz. Film ini benar-benar menganut jagoan tidak pernah kalah walaupun dikepung dengan puluhan penjahat. Smith tidak pernah terluka sedikitpun (kecuali saat terjun dari pesawat, kemudian tertangkap) padahal seringkali jedar jedor dengan puluhan bandit. Yang aneh lagi, Oliver (bayi yang diselamatkan Smith dan Donna) gak pernah nangis di tengah-tengah suara tembakan.

Pistolnya Hertz keren juga dengan teknologi sidik jari. Si pistol baru bisa digunakan jika sidik jari jempol sesuai dengan sidik jari pemiliknya. Awalnya Smith tidak tahu akan hal ini, dan akhirnya tertipu, walapun dia bisa kabur dengan begitu cepatnya. Tapi pada pertempuran di rumah bordir tempat Donna berada, Smith dapat menggunakan pistol itu dengan pergelangan tangan anak buah Hertz, lagi-lagi darah bercucuran.

Kalau diamati baik baik, watak Smith (mengutip ucapan Donna) mudah pemarah dengan apa yang tidak disukainya, frontal dengan ketidaksukaannya dengan keadaan sekeliling. Jadi ingat, orang yang punya watak seperti ini, hehehehe….Apalagi waktu Smith melihat pengendara mobil yang ugal-ugalan dan tanpa menggunakan sign, dia langsung ngebut dan tiba-tiba menabrak dari samping mobil ugal-ugalan tersebut.

Penampilan Monica Belluci itu loh yang gak ku ku. Secara dia brrgghh, bikin bulu kuduk merinding. Ucapan-ucapan Donna Quintano:

Kinky
Vaffanculo
Tell me something I don’t know per una volta…brutto figlio di puttana bastardo.
Oh Madonna
Che orrore!
le uova non devono ballare con le pietre.
Tu sei una stella, la mia stella.
“Amore mio”

Yang sering banget keluar dari mulut Smith:

Do you know what I hate?

Satu lagi yang gak pernah lepas dari Smith

Wortel mentah

Secara action, film ini Te O Pe Be Ge Te, tapi jikalau bicara efek, film ini ancur abis.
Overall, film ini saya gak bisa bilang bagus abis, tapi jelek abis juga jangan. Secara saya suka film action, jadi film ini lumayan buat bikin adrenalin naek.

Jadi, siapkan saja cemilan yang banyak buat nonton film ini di 21 atau di Blitz Megaplex.
The last
, saya bukan pembajak lho…