Akhir-akhir perjuangan nampaknya sudah mulai terlihat. Paling tidak saat ini sudah nampak kejelasan dari semua hal, sudah berkurang pertanyaan-pertanyaan yang dahulu penuh sesak dalam dada. Hari ini telah diketahui apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh Jaminan 1962, meskipun (hanya) dari orang dalam yang berfungsi sebagai karyawan dan tidak ada konferensi pers yang sering bintang-bintang film lakukan.

Dua hari sebelumnya, saya dan orangtua mengecek kebenaran keberadaan Jaminan 1962 yang mempunyai kantor pusat di Gedung Nindya Karya, Cawang – Jakarta Timur. Dengan menerjang hujan lokal, mengendarai motor Supra Fit yang sejak kuliah dahulu telah menemani kemanapun saya pergi bersamanya.

Sesampainya di sana, kami langsung bertanya keberadaan Jaminan 1962 ke security. Memang benar Asuransi Jaminan 1962 berkedudukan di Gedung Nindya Karya. Dan security lah yang memberitahukan bahwa kantor tersebut berada di lantai 3. Tidak puas kami hanya mendengar lisan dari security, lift pun kami tumpangi hingga ke lantai 3 untuk melihat kebenaran kantor tersebut. Ternyata memang benar ada pintu bertuliskan “AJ 1962” dengan di bawahnya pemberitahuan jam pelayanan nasabah.

Tidak sia-sia saya dan orangtua saya menerjang hujan angin dan lampu merah di mana-mana. Paling tidak, pulang dengan hasil yang berarti. Memang Sabtu libur, sehingga tidak ada aktivitas kantor, yang otomatis kami tidak bisa berkomunikasi langsung dengan karyawan Jaminan 1962.

Tanpa patah semangat, hari ini Ibu saya dengan mendatangi kantor tersebut dengan bekal surat-surat dan petunjuk perjalanan yang telah saya berikan sebelum berangkat ke Wisma Mulia. Tanpa ada kemarahan dan yang diinginkan hanyalah sebuah informasi resmi dari Jaminan 1962 sendiri, Ibu saya berbicara dengan salah satu karyawan tersebut.

Walhasil Ibu saya pulang tanpa sesuatu yang dapat dinilai dengan uang, tetapi pulang dengan kabar yang mungkin saja baru tapi bisa saja kabar ini sudah dari tahun lalu. Diberitahukan oleh karyawan tersebut bahwa

Jaminan 1962 lagi SAKIT

Sehingga belum ada kejelasan pembayaran uang tanggungan dan pengakhiran kontrak. Karyawan tersebut memberitahukan bahwa Jaminan 1962 akan dijual sehingga nantinya ada pemilik baru yang akan mengurus semua permasalahan yang Ibu saya alami (semoga saja). April nanti, Ibu saya mungkin akan kembali menanyakan perihal perusahaan tersebut. Hal ini sesuai yang karyawan tersebut sarankan untuk kembali April 2008. Meskipun menurut saya bulan depan (April 2008) belum tentu ada kejelasan berarti, tapi paling tidak kami tidak bertanya-tanya lagi. Tetapi masih ada secercah harapan untuk kembalinya uang kami.

Untuk rekan-rekan yang mengalami hal yang mirip dengan kami, semoga saja hal ini dapat menjadi sebuah pelajaran bahwa asuransi merupakan produk jangka panjang yang mungkin saja di tengah-tengah perjalanan mengalami masalah dan sakit. Tetapi bukan berarti semua asuransi seperti ini. Masih banyak asuransi-asuransi lain yang lebih berkompeten.

Baca juga: