Secara waktu masih panjang dan menunggu datangnya pagi hari, lagipula perut saya masih lapar jadi saya putuskan untuk meluncur ke Kemayoran setelah nongkrong di La Piazza. Waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, hingar bingar manusia muda maupun yang sudah berumur masih terasa di La Piazza. Keluar dari parkir motor La Piazza pun harus mengantri cukup panjang dengan disertai hawa yang cukup panas karena lokasi parkir yang berada di basement. Untung saja tempat parkir tersebut ada peraturan

DILARANG MENYALAKAN MESIN MOTOR SELAMA DI DALAM AREA PARKIR

Selama ini saya berkunjung ke mal-mal di Jakarta termasuk mal Ambarrukmo Yogyakarta, semua tempat parkir yang berada di basement tidak terdapat larangan tersebut. Yang berujung panasnya udara di pelataran parkir. Sudah..sudah..cukup sudah bahasan mengenai lokasi parkir, saya tangguhkan dulu karena saya merasa masih kurang data akurat.

Keluar dari pelataran parkir, menuju ke jalan boulevard diteruskan menuju By Pass dan melewati Sunter Podomoro. Jalan yang menurut saya paling cepat adalah melalui Sunter Podomoro untuk menuju Kemayoran karena saya beranjak dari daerah Kelapa Gading. Mungkin saja jika bermula dari daerah lain akan beda rute singkatnya.

Sampai juga di depan daerah apartemen Puri Kemayoran dekat Gandhi International School. Tempat ini banyak sekali manusia-manusia baik yang menggunakan motor ataupun mobil. Sepertinya mereka sekedar duduk-duduk saja untuk menunggu pagi sambil bersenda gurau. Di sisi jalan banyak sekali tempat makan yang bertenda. Kebanyakan dari tempat makan itu menyediakan roti bakar dan jagung bakar dengan bermacam variasi mulai roti bakar telor keju ataupun jagung bakar pedas. Tetapi ada juga yang menyediakan menu makan besar seperti sate dan sop kambing.

Setelah berkeliling tempat tersebut, saya putuskan untuk makan di tempat Cak Ali. Pilihannya karena tempat tersebut yang paling ramai dikunjungi. Biasanya tempat makan yang paling ramai adalah tempat makan dengan kualitas yang yahud. Di Cak Ali tersedia sate ayam, sate kambing, sop kambing dan sop sapi. Minuman yang disediakan tidak begitu variatif, seperti es teh manis, es jeruk, teh hangat tawar dan teh botol. Menu yang saya sebutkan di atas tidak mencakup semuanya, karena saya tidak begitu hapal dengan menu yang disediakan.

Sop kambinglah yang membuat saya tertarik untuk mencicipi menu Cak Ali. Selain saya penggemar sop, saya ingin memanaskan badan saya dengan bau kambing dan daging kambing. Tidak begitu lama menunggu menu tersebut tersedia di meja. Hanya sekitar 15 menit, sudah siap disantap.

Kuah sop kambing ini terasa gurih, tidak terlalu asin atau kurang bumbu, pas deh pokoknya. Daging kambingnya pun lunak, gak bakal melilit di gigi. Meskipun begitu porsi yang diberikan masih kurang (untuk porsi saya), hehehe. Soal harga pun menurut saya masih dalam kewajaran. Untuk menu sop kambing, nasi putih dan es teh manis diberikan dengan harga 13 ribu rupiah. Plus tambahan uang parkir 1000 rupiah dan uang receh untuk pengamen dan pengemis, kecuali jika anda termasuk orang yang kurang respek dengan pengamen dan pengemis alias pelit, paling banyak habis 14 ribu rupiah. Hemat kan…uang sebanyak itu sudah bisa makan sop kambing Cak Ali dengan rasa yang tidak bisa diremehkan.

Lokasi: Kemayoran (depan apartemen Puri Kemayoran, deket bunderan)
Nama: Warung Cak Ali
Makanan: Sate Ayam, Sate Kambing, Sop Kambing, Sop Sapi (yang saya ingat)
Minuman: Es Teh Manis, Es Jeruk, Teh Hangat Tawar, Teh Botol (yang saya hapal)
Harga: Sop Kambing –> IDR 8000
Nasi –> IDR 3000
Es Teh Manis –> IDR 2000