“Kaki kiri, kaki kiri turunnya…”
“Kaki kanan, kaki kanan naiknya…”
“Buru… buru…”
“Awas di belakang ada ojek”

Di atas adalah beberapa kalimat yang sering kernet bus lontarkan ke penumpang. Jika penumpang tidak hati-hati, bisa jadi celaka. Yang gampang aja, kalau naik dengan kaki kanan dan turun pakai kaki kiri. Pasti bingung, kenapa harus begitu.

Nah, untuk memperjelas maksud di atas, silahkan dicoba sendiri saja jika ingin naik bus umum. Ini berlaku di Jakarta lho, dimana jarang sekali penumpang naik bus ketika bis sudah benar-benar berhenti. Ingat, benar-benar berhenti. Jadi dicoba saja buat naik bus menggunakan kaki kiri dan turun dengan kaki kanan, dengan kondisi bus yang belum benar-benar berhenti.

Kalau yang buru-buru, karena biasanya bus umum jarang yang benar-benar berhenti sekalipun di depan halte bus. Sehingga penumpang harus naik dalam keadaan bus yang masih berjalan. Lebih-lebih jika bus berhenti bukan di halte dan keadaannya lagi macet, pasti keluar kalimat “Buru..buru” dari kernet untuk calon penumpang agar cepat-cepat jika mau naik bus.

Hati-hati jika sedang berada di lampu merah, jangan sekali-kali turun dari bus. Karena bisa saja ketika ingin turun tiba-tiba lampu berwarna hijau dan supir tidak melihat ada penumpang yang sedang turun, sehingga ketika penumpang masih menaruh satu kaki di bus tersebut, bus sudah jalan. Bisa dibayangkan apa yang akan menimpa penumpang tersebut. Sudah sering saya lihat banyak penumpang yang terjatuh karena hal tersebut.

Persiapkan uang pas untuk ongkos. Hal ini terutama ketika berangkat masih pagi, karena jarang sekali kernet bus menyiapkan uang kembalian yang pas. Kecuali jika waktu sudah siang sehingga kernet bus sudah mendapatkan uang kembalian. Pernah terjadi keributan antara penumpang dengan kernet karena si penumpang membayar dengan uang 50 ribuan untuk ongkos 5 ribu. Jangan sampai pagi-pagi sudah buat keributan karena uang kembalian yang seharusnya bisa kita persiapkan sebelumnya.

Persiapkan uang recehan 500-an, atau 1000-an. Belum pernah saya jumpai bus umum yang gak ada pengamen. Jadi uang recehan tersebut bisa digunakan untuk diberikan kepada pengamen atau pengemis.

So, hadapilah bus mu…hehehe…

Baca juga:
Trayek Bus Umum Jakarta