“Pernahkah kita melakukan sesuatu yang ternyata tanpa kita sadari telah menghancurkan orang lain?”
“Lalu setelah tahu perbuatan kita tersebut, apa yang kita rasakan?”
“Apakah ada sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani kita?”

Tony Stark (Robert Downey Jr.) telah merasakan ketiga hal tersebut. Ketika dia sadar bahwa hasil ciptaannya ternyata telah membuat orang banyak menjadi sengsara. Dan dia pun ingin berubah untuk menciptakan perdamaian. Tapi secara general, kita pun dalam kehidupan sehari-hari pasti kadang kala merasakan hal tersebut. Kenapa begitu, karena kita sebagai manusia pasti berhubungan dengan orang lain yang tanpa kita sadari telah melakukan yang berimplikasi buruk terhadap orang lain. Mungkin itu nilai moral positif yang bisa diambil ketika menonton film IRON MAN.

Awalnya saya hanya ingin refresh seperti Jumat-jumat biasanya dan nonton Street Kings, tapi saat Jumat sore sebelum pulang kantor, saya sempatkan diri melihat jadwal film di website 21, ternyata Street Kings sudah tidak ditayangkan lagi. Memang sih, sempat kecewa tapi terobati dengan adanya film baru yang Premier 2 Mei 2008 -keterangan dari website IRON MAN– dan ternyata di Plangi -sebutan Plaza Semanggi– sudah tayang. Walhasil jadinya saya ngebet banget pengen nonton film itu. Murah pulak, HTM-nya 15000 IDR (Senin-Jumat) jika dibandingkan saya harus nonton pas hari Sabtu atau Minggu seharga 25000 IDR.

Di awal film kita langsung disuguhi latar belakang peperangan dimana Tony Stark (Robert Downey Jr.) sedang “berwisata” di Afghanistan dengan ditemani tentara US. Tapi selang beberapa menit, tiba-tiba alur menjadi mundur flashback ke 36 jam sebelumnya dimana menceritakan siapa Tony Stark, keberhasilannya, kepintarannya dan tentu saja “keramahannya” terhadap wanita.

Dilihat dari awal sepertinya film ini langsung pada masalahnya jadi seolah-olah konflik langsung dimulai begitu saja tanpa ada foreplay terlebih dahulu. Bum bum bum, tiba-tiba mobil yang dikendarai Tony Stark diserang (sepertinya) oleh tentaranya Afghanistan. Kemudian Tony Stark pun disandera selama 3 bulan.

Latar belakang berada di gurun pasir, pegunungan dimana tempat pasukan Afghanistan bersembunyi. Sepertinya propaganda US terlihat kental sekali dimana ingin memperlihatkan kekejaman tentara Afghanistan. Yang jadi pertanyaan saya, kenapa tentara Afghanistan yang menjadi sorotan? Saya memang bukan pendukung mereka, tapi kenapa bukan kaum militan yang lain? Ya sudahlah itu mungkin hanya sebagai nilai jual IRON MAN, toh yang sedang hot hot nya ya kaum militan Afghanistan.

Ini film superhero yang boros di ongkos, teknologi yang digunakan benar-benar menguras duit. Toh wajar-wajar saja dalam film Tony Stark as IRON MAN memang seorang biliuner, sudah melewati milioner lagi. Terbayangkan jika memang ada orang seperti itu dalam dunia nyata, mungkin saja bisa membuat baju besi seperti IRON MAN. Dalam film disebutkan bahwa bahan baju IRON MAN berasal dari campuran emas dan titanium tapi kok disebut manusia besi (IRON MAN), tanya kenapa???

Teknologi kelas tinggi menghiasi keseluruhan film ini, mulai dari teknologi senjata rudal Jericho, smart house nya Tony Stark, sampai bengkel Tony Stark yang memiliki beberapa asisten robot untuk membantu pekerjaan Tony Stark membuat IRON MAN versi baru (sebelumnya ada versi “seadanya” ketika Tony membuat IRON MAN saat ditawan).

Gak lengkap rasanya jika superhero tidek mempunyai kekasih, sama halnya dengan IRON MAN ini. Pepper (Gwyneth Paltrow), seorang asisten Tony Stark memang bukan kekasih dari Tony Stark. Tetapi dalam film ini digambarkan bahwa mereka berdua mulai ada chemistry ketika Tony mengajak Pepper berdansa di acara malam dana amal Stark Industries. Dan hadiah dari Pepper lah yang menyelamatkan Tony dari percobaan pembunuhan Obadiah, teman bisnis Tony Stark yang juga merupakan teman ayah Tony Stark.

Pertarungan IRON MAN benar-benar mengesankan ketika IRON MAN versi “seadanya” menghancurkan markas tentara militan yang kemudian membantu Tony Stark untuk bebas dari penyanderaan tentara militan. Belum lagi ketika IRON MAN membantu para penduduk desa dari serangan militan yang dikenal dengan Ten Rings (10 Cincin), mantabhhh dah. Bahkan IRON MAN pun mampu menghancurkan sayap pesawat tempur F-22 ketika telah selesai menyelamatkan penduduk desa dan kemudian diduga sebagai musuh oleh tentara Amerika karena telah memasuki kawasan perang Amerika. Pertempuran yang terakhir adalah ketika IRON MAN versi baru melawan IRON MAN versi buatan Obadiah. Betul-betul mengesankan.

Jika kita merupakan penyuka film-film berteknologi, maka film ini sangat pantas untuk ditonton. Lebih-lebih lagi jika kita juga hobi dengan film peperangan, tambah pantas lagi nonton film ini. Ayo mumpung premier 2 Mei 2008, jadi belum banget-banget ketinggalan.

Kalau ada yang sudah nonton, bisa nambahin review saya ini jika ada kekurangan, maklum semalam saya nonton di posisi baris ke 2 dari bawah, jadi sedikit pegal-pegal, hehehe.

PS: image merupakan Copyright dari Movie Web