Pernah dioperasi oleh dokter di rumah sakit? Jika jawabannya “Ya”, biasanya setelah operasi dokter akan bilang “Tunggu sampai buang angin ya”. Kalau perut kita kembung, biasanya susah banget buat buang angin, tapi ketika sudah bisa buang angin, alhamdulillah rasanya mak nyuss. Beberapa kejadian tersebut hanya beberapa dari sekian banyaknya indikator kesehatan yang berhubungan dengan buang angin atau bahasa kerennya KENTUT.

Baru kemarin saya mengalami penyakit yang biasa dibilang orang “Penyakit gak elite”. Sebetulnya saya juga kurang tahu kenapa disebut seperti itu. Apakah karena yang mengalami penyakit itu memang golongan menengah ke bawah, atau memang penyakit yang biasa diderita orang-orang yang berada di kawasan tidak bersih, atau yang lain. Apapun alasannya, saya yakin yang membaca tulisan saya ini pun akan berpendapat sama, bahwa diare alias buang-buang air besar atau mencret adalah “penyakit gak elite”.

Meskipun “penyakit gak elite” tetapi tetap saja berbahaya karena diare bisa menyebabkan kematian si penderita terutama balita. Diare adalah penyakit dengan keadaan dimana penderita mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan ditandai dengan tinja yang lembek dan cair, seringkali disertai kejang perut. Penyakit diare pada dewasa biasanya hanya merupakan penyakit yang tidak berat yang akan membaik dengan sendiri setelah beberapa hari sehingga kemarin saya merasa tidak perlu ke dokter dan cukup istirahat di rumah dengan cukup minum obat warung dan memperbanyak cairan yang masuk ke tubuh dengan memperbanyak frekuensi minum air putih.

Tidak lebih dari satu hari penyakit diare saya sudah sembuh. Mungkin salah satu penyebab kesembuhan saya adalah adrenalin untuk cepat kembali ke Wisma Mulia dan bekerja seperti biasa. Indikator kesembuhan saya adalah saya sudah bisa buang angin (kentut) di malam hari nya. Padahal seharian saya sama sekali gak kentut, dan kalaupun terasa mau kentut, saya agak-agak takut coz ada feeling ini mau kentut atau mau mencret yak, hehehehe.

Di rumah rasanya bosan sekali padahal terbiasa dengan berangkat pagi dan pulang sore, tapi kemarin saya seharian di rumah untuk istirahat. Meskipun posisi di rumah, tetap saja teman-teman kantor menghubungi saya by phone termasuk si bos, hehehe. Coz data-data yang berhubungan dengan big job in three months ada di komputer saya. Mau tidak mau komputer saya dipinjam dan dibuka menggunakan password pribadi saya. Sekalipun sudah mengambil data yang diperlukan, ada data-data yang kurang jelas dan beberapa permintaan analisis data. Dari jam 10 pagi sampai jam setengah 3 sore saya terus dihubungi oleh teman kantor, baru setelah itu saya bisa full take a rest. Dipikir-pikir asik juga ya kerja dari rumah, hehehe. Gimana bos?😀

Sekarang saya sudah kembali ke Wisma Mulia dan saya harus lebih bersyukur lagi karena sudah dianugerahi kenikmatan untuk buang angin. Alhamdulillah…