Sudah dua hari ini saya bekerja tanpa komputer (milik kantor). Komputer (milik kantor) saya itu harus di’opname’ karena sering restart tiba-tiba, bahkan pernah dalam satu jam bisa sampai 3 kali restart. Hal ini sering terjadi karena komputer tersebut menggunakan sistem operasi Windows Vista. Sistem operasi yang menurut saya belum siap digunakan di Indonesia untuk saat ini, karena spesifikasi hardware yang begitu tinggi, belum lagi performansi yang dicapai tidak sebanding jika menggunakan Windows XP.

Entah kenapa komputer saya sering restart, padahal menurut teknisi sudah diupdate BIOS dan segala driver hardware-nya. Karena menurut teknisi tersebut permasalahan ada pada hardware komputer tersebut. Sekedar informasi, komputer yang saya gunakan adalah keluaran Dell. Dipesan utuh dari jeroan sampe tetikus-nya menggunakan Dell. Jadi inget jaman kuliah dulu, bahkan sampai sekarang jika ingin beli komputer, tiap-tiap jeroan yang digunakan jarang sekali satu merk.

Motherboard merk X, monitor merk Y, CPU merk Z dan lainnya. Kembali kepada permasalahan komputer saya tersebut, dan ternyata setelah di-opname dua hari, masalah sering restart tiba-tiba sampai saat ini belum muncul. Jadi kesimpulan sementara, masalah -bukan pada hardware. Selama di-opname, komputer saya dibedah alias diformat ulang dan kemudian diupdate dengan Service Pack 1. Sistem operasi teteeeeppp Windows Vista. Nahhhh, kira-kira bagaimana jika saya ambil kesimpulan sementara yang kedua bahwa masalah karena belum diupdate Service Pack 1???

Sebenarnya sebab musabab dari permasalahan komputer sering restart karena banyak factor, tapi yang lebih banyak saya bicarakan adalah kecepatan dari perbaikan komputer. Jika memang benar penyembuhan dari ‘sakit’ sering restart tiba-tiba adalah dengan update Service Pack 1, alangkah nyamannya jika user diberi akses untuk update sendiri tanpa harus menunggu komputer di’opname’ selama dua hari.

Dua hari adalah 16 jam kerja, berarti 16 jam waktu dibuang hanya untuk mendiagnosa penyebab dari sakit komputer. Padahal jika user dapat meng-update sendiri,hanya butuh waktu paling lama 4 jam (menurut si teknisi), dan hal ini dapat dilakukan saat akan pulang kerja. Jadi tidak akan mengganggu jam kerja user karyawan dan bahkan akan meringankan pekerjaan teknisi. Sehingga teknisi dapat mengerjakan pekerjaan yang memang levelnya sudah berat, misal hard disk crash yang membutuhkan recovery.

Hal itu dalam hal perbaikan untuk satu komputer saja, bayangkan jika dalam satu hari ada 15 orang yang mengalami kejadian yang sama (pada umumnya spesifikasi komputer semua user adalah sama). Makin bertambah juga pemborosan jam kerja untuk tiap user. Begitu pun jika ingin melakukan instalasi software original (bukan bajakan lho) harus panggil teknisi terlebih dahulu. Jika user diberi hak akses untuk instalasi, kan gampang tuh, tinggal Next, Next aja. Masa si, satu kantor gak ada yang bisa install software. Untuk hal instalasi memang agak ketat, karena mungkin ada dugaan nantinya user akan menginstal software-software bajakan. Kalau memang hal itu yang dikhawatirkan, kan resiko ditanggung pemilik komputer jadi jika ada apa-apa, berarti pemilik komputer harus bertanggung jawab atas komputer tersebut. Jadi, gimana ni hak akses komputer kantor Anda, restricted atau free atau malah ada jenis hak akses yang lain???