Sekarang harga BBM sudah naik belum lagi listrik yang ‘byar pet’ tidak cuma di tempat tinggal saya, bahkan di kantor saya pun belum lama ini pernah mati tiba-tiba. Khusus yang di kantor, biarlah itu urusan pengelola gedung perkantoran tapi kalau yang di rumah gak bisa dibiarkan. Listrik segala-galanya sumber energi. Tidak ada listrik semua kegiatan jadi tersendat, mulai dari gak bisa mandi karena pompa air butuh listrik, sampai gak bisa nonton bola karena tivi juga butuh listrik kan.

Nah, sabtu malem kemarin listrik di rumah saya mati tiba-tiba padahal saat itu saya sudah siap mandi dan mau berangkat buat jalan-jalan. Walhasil saya harus berurusan dengan kotak listrik PLN dan sekring yang dipasang. Memang sebelumnya juga sudah sering “njeglek” – turun tiba-tiba – meskipun dalam pemakaian di rumah tidak ada tambahan peralatan ataupun tambahan lama pemakaian. Semua peralatan listrik digunakan seperti biasa. Hal ini – peristiwa “njeglek” – sudah sering terjadi semenjak ada pemberhentian aliran listrik selama 3 jam dari pukul 5 sore hingga pukul 8 malam pada tiga hari sebelumnya.

Biasanya cukup ditekan pada bagian sekring yang menonjol dan listrik kembali menyala atau pada kotak listrik PLN cukup dinaikan tombol 1 / 0 nya. Tapi malam itu, dua alternatif di atas sama sekali tidak berfungsi. Saya ambil inisiatif untuk mencabut sekring yang terpasang tentunya terlebih dahulu mengaktifkan ke arah 0 tombol yang ada di kotak listrik PLN. Setelah sekring tersebut dicabut saya coba ganti dengan sekring otomatis yang baru tetapi sama sekali tidak ada perubahan. Meskipun tombol 1/0 kotak listrik PLN sudah diaktifkan (1) tetap saja listrik tidak mau menyala. Sudah 4 orang (saya, ayah saya dan tetangga rumah) berusaha tetapi hasilnya nihil. Kemudian saya melihat ke tempat sekring tersebut, ternyata sudah ada bekas terbakar di dalam kotak sekring tersebut. Jadi ada kemungkinan kotak sekring tersebut sudah tidak aman lagi, tapi berhubung hari sudah gelap, kami mencoba memasang dengan sekring non otomatis. Alhamdulillah, listrik bisa menyala tapi hal ini masih mengkhawatirkan karena kotak sekring tersebut sudah tidak aman karena ada bekas gosongnya.

Sebelumnya kami sudah menghubungi spesialis listrik -biar keren, atau tukang listrik- untuk membantu. Spesialis listrik pun datangnya telat -listrik sudah menyala karena menggunakan sekring non otomatis- ke rumah. Dia pun melihat ke arah kotak listrik yang masih menggunakan sekring otomatis dan sontak dia memberi wejangan agar diganti menggunakan sistem CB (baca: Sibi) -bener gak ya tulisannya- biar sekringnya gak gampang panas dan terbakar gosong.

Jadilah proses penggantian dari sekring listrik ke bentuk CB. Memang semenjak saya dan keluarga pindah ke rumah ini -1 tahun yang lalu- belum ada perbaikan di listrik. Jadi mungkin inilah ‘kado’ atas ketidakwaspadaan tersebut. Proses penggantian gak sampai 30 menit, namanya ajah spesialis listrik, udah hebat dunk, hehehehe.

Byar…listrik tlah menyala, sudah gak waswas lagi karena sudah diganti ke sistem CB. Gak ada lagi bekas gosong di kotak sekring. Dari kejadian ini bisa diambil poin-poin berikut:

1. Selalu periksa aliran listrik pada rumah yang ingin ditempati, kalau perlu bongkar instalasi listrik yang berpotensi bahaya.

2. Ganti sistem instalasi listrik dari sistem sekring ke sistem CB. Lebih aman -kata si spesialis listrik-

3. Cari kenalan spesialis listrik. Jadi jikalau ada masalah tiba-tiba, tinggal telepon atau sms jadi bisa direcovery dengan cepat.

Kalau begitu, selamat bermain-main dengan listrik…