Setelah melalui perjalanan yang panjang (gaya banget padahal cuma 2 jam) akhirnya saya sampai di bandara Polonia, Medan. Medan adalah salah satu kota besar di Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 2.036.018 jiwa. Kota yang didominasi oleh suku Melayu Medan, Batak serta Karo. Saya tiba pada hari Selasa 24 Juni 2008 pukul 16.20 dan langsung menuju hotel Grand Angkasa dengan diantar driver. Bukan driver pribadi lho, tapi driver dari kantor yang telah dihubungi sebelumnya untuk menjemput saya.

Cuaca di kota Medan cukup sejuk jika dibandingkan dengan Jakarta. Tapi menurut saya, malah hal ini yang membuat saya jadi rentan ‘gak enak badan’ karena perbedaan suhu yang cukup mencolok dengan Jakarta. Karena saya sudah terbiasa dengan udara panas dan sekarang tiba-tiba harus beradaptasi dengan cuaca yang ‘adem’.

Suasana hotel Grand Angkasa terbilang sepi, mungkin karena bukan akhir minggu. Lokasinya yang tepat di tengah kota membuat kemudahan untuk akses ke tempat keramaian, salah satunya adalah Merdeka Walk. Grand Angkasa, merupakan salah satu hotel berbintang yang harganya lumayan mahal jika saya harus membayar sendiri, tapi berhubung kantor yang ‘mbayarin’ jadi tinggal pakai saja. Yang penting kerjaan selesai, hehehe.

Kamar hotel dilengkapi dengan bathtub, gak pake kunci tapi menggunakan semacam kartu untuk membuka kamar, LCD TV dan masih banyak lagi fasilitas yang disediakan. Grand Angkasa juga menyediakan service shuttle bus ke bandara tanpa charge tambahan.

Selama 2 malam saya tinggal di hotel ini tidak ada hal-hal yang mengecewakan. Service yang disajikan juga cukup memuaskan.