Misuh-misuh, mutung (baca: marah)…untung saja saya gak jadi Hulk. 25 Juni 2008 pukul 17:00 berangkat dari Medan menuju Makassar mengalami dua kali delay pesawat dengan total 3 jam. Di bandara Polonia delay setengah jam dan transit di Jakarta menuju Makassar delay lebih dari 2 jam. Akhirnya saya sampai di bandara Hasanuddin Makassar sudah pukul 00.30 WIB tapi berhubung Makassar adalah Indonesia Tengah jadi di Makassar sudah pukul 01.30 dan perjalanan menuju hotel Clarion hampir memakan waktu 1 jam. Padahal pesawat yang saya tumpangi adalah maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia, tapi kok tetap saja ada delay dengan alasan (seperti biasa) operasional.

Baru pukul 02.30 saya sampai di hotel Clarion untuk melepas lelah padahal pukul 09.00 saya harus memberikan materi untuk sosialisasi di kantor regional. Berhubung ada jadwal semifinal pertama Euro 2008 antara Jerman melawan Turki, saya sama sekali tidak bisa tidur dan akhirnya baru tidur pukul 05.00.

Meskipun tidur tidak lebih dari 4 jam di hotel Clarion tapi tidur saya cukup nyenyak karena suasana hotel yang kondusif. Hotel Clarion merupakan salah satu hotel berbintang di Makassar yang cukup terkenal. Saat check in saya diberikan ruangan berupa apartemen yang mempunyai 3 kamar. Karena saat itu saya ditemani oleh dua teman saya yang yang lain sehingga total kami ada tiga orang. Tiga kamar terdiri dari 1 kamar besar dan 2 kamar yang berukuran lebih kecil. Dalam ruangan apartemen itu dilengkapi 2 kamar mandi, satu kamar mandi ada di dalam kamar besar sedangkan yang lainnya ada di luar ketiga kamar tersebut. Untuk kamar mandi yang dilengkapi dengan bathtub hanya yang berada di kamar besar, sedangkan yang satu lagi dilengkapi dengan fasilitas standard seperti toilet duduk, shower dan kaca.

Sayangnya di hotel Clarion minim informasi bagi tamu hotel, seperti tidak adanya informasi arah kiblat untuk sholat dan tidak adanya nomor extensi untuk menghubungi informasi di lobby melalui telepon.

Untuk hiburan, ruangan apartemen itu dilengkapi dengan dua buah televisi yang dilengkapi dengan stasiun tv kabel. Satu televisi diletakkan di dalam kamar besar sedangkan yang satu lagi ada di luar yang bisa disebut sebagai ruang nonton tv. Di dalam apartemen itu juga terdapat dapur kecil dan meja makan. Cukup lengkap untuk ukuran sebuah apartemen untuk keluarga kecil. Sepertinya ruang apartemen ini akan menjadi referensi saya untuk membuat sebuah rumah untuk keluarga kecil saya nantinya, jika sudah menikah.

Hotel Clarion juga mempunyai fasilitas hiburan malam dan tempat spa. Delta, spa and health club salah satunya tempat spa selain itu ada juga D’Liquid untuk tamu hotel yang ingin mencari tempat hiburan malam. Tapi berhubung saya bukan orang yang hobi keluar malam apalagi untuk ke tempat hiburan, jadi saya gak mencicipi tempat tersebut.

Overall, hotel Clarion merupakan tempat menginap yang cukup mengesankan meskipun saya hanya dua malam menginap.