Mata masih merah, kepala berat dan badan pegal-pegal karena tidur tidak lebih dari 4 jam karena kedatangan di Makassar yang telat pada 26 Juni 2008. Pukul 09.00 sudah harus berangkat menuju kantor regional di Graha Sucofindo, Makassar untuk memberikan materi sosialisasi. Untung saja teman-teman di kantor regional pengertian dengan memberikan tenggat waktu hingga pukul 10.00 sehingga saya tidak terlalu buru-buru menuju kantor. Selama lebih kurang 2 jam saya dan dua teman saya yang lain memberikan materi sosialisasi hingga pukul 12.00. Lunch time, hehehe….Inilah saat yang ditunggu-tunggu, lebih-lebih kami makan siang di luar kantor.

Perjalanan dari Graha Sucofindo lebih kurang 15 menit menuju sebuah rumah makan. Saya kurang tahu lokasi tepatnya dimana karena siang itu hanya duduk dan melihat-lihat jalan tanpa tahu nama jalan tersebut. Ternyata kami turun di sebuah permukiman, tidak tampak layaknya seperti ruko-ruko kumpulan rumah makan. Turun dari mobil, yang terlihat adalah sebuah rumah tak terlihat seperti rumah makan. Dari luar sudah terlihat jelas ornamen-ornamen Cina seperti lampion dan tulisan-tulisan dengan huruf Cina. Bau amis sudah tercium dari pintu masuk, jelas sudah bahwa rumah makan ini menyajikan seafood sebagai menu utamanya, selain dipasangnya beberapa akuarium di bagian depan sebelum pintu masuk.

Rumah Makan AROMA LABBAKKANG nama dari rumah makan tersebut. Saya pun baru tahu setelah masuk dan duduk di meja makan dan terdapat beberapa lukisan dengan tulisan RM AROMA LABBAKKANG di bawah lukisan tersebut. Saat masuk rumah makan tersebut, tidak tampak seperti rumah makan. Sepertinya rumah makan itu awalnya adalah sebuah rumah hunian yang dialihfungsikan menjadi tempat usaha rumah makan. Warna merah terasa kental di dalam rumah makan itu, lebih-lebih lagi banyak tulisan dan lukisan Cina.

Setelah melihat-lihat ruangan, saya pun duduk di meja makan sambil mengobrol dengan teman-teman baru saya. Tak lama pelayan pun datang untuk menanyakan minuman apa yang ingin dipesan. Ternyata soal minuman, rumah makan ini kurang lengkap. Jus alpukat yang saya pesan ternyata tidak tersedia padahal jus alpukat adalah minuman yang pasti tersedia di rumah makan biasanya. Jadi saya hanya memesan air mineral untuk melegakan tenggorokan.

Tak lama makanan pun datang, eiiitt bukan makanan besar yang datang, ternyata yang datang adalah otak-otak beserta sambalnya. Lumayan buat ngeganjel perut sambil menunggu makanan besar datang. Otak-otaknya enak banget, total 5 bungkus otak-otak yang saya habiskan. Sambalnya ada dua macam, yang terbuat dari cabe merah dan satu lagi berwarna kecoklatan. Yang kecoklatan sepertinya ada campuran gula merah jadi agak terasa manis sedangkan yang satu lagi benar-benar merah. Awalnya sama sekali gak pedas, tapi setelah makan otak-otak yang ketiga, uhhh ahhhh pedassss.

Otak-otak sudah habis namun makanan besar tak kunjung datang, emping pun jadi sasaran untuk mengganjal perut. Sambil minum air mineral untuk mengurangi rasa pedas di tenggorokan. Setelah 10 menit, akhirnya datang juga….makanan berat. Nasi putih, ikan baronang, sate ayam, cumi goreng tepung, ayam goreng tepung, ikan kakap, sebenarnya masih ada beberapa macam lagi tapi saya kurang tahu nama makanan laut itu. Yummyy…mantabbhh seafood ini, lain sekali dengan yang ada di Muara Baru, dekat tempat tinggal saya di Tanjung Priok. Gak nyesel nunggu lama untuk seafood itu.

Perut kenyang, minum pun sudah habis, saatnya kembali ke kantor untuk melanjutkan materi sampai pukul 16.30 WITA.