Hari ini mulai diberlakukannya Car Free Day untuk daerah Jalan Letjend Suprapto dimana sebelumnya beberapa kali diberlakukan hanya untuk Jalan Jend. Sudirman. Seperti kita tahu bahwa sebelumnya bahwa Car Free Day dimaksudkan untuk mengurangi polusi di ibukota Indonesia tercinta, Jakarta. Tak perlu saya panjang lebar menjelaskan mengenai maksud dan tujuan pemberlakuan Car Free Day karena bisa dicari melalui portal berita online seperti detik dot kom, kompas dot ko dot ai di ataupun okezone dot kom.

Satu hari sebelumnya saya berencana untuk jalan ke daerah Kemanggisan, Jakarta Barat untuk tujuan tertentu. Mau tahu tujuannya? hehehe, kalau teman-teman termasuk yang update mengenai berita Departemen Keuangan, pasti teman-teman tahu terutama yang berlokasi di Jakarta. Perjalanan menuju Kemanggisan saya tempuh menggunakan sepeda motor dari Tanjung Priok, gimana tuh jauh gak ya? Berhubung saya adalah orang Jakarta yang gak tahu Jakarta, jadi mau tak mau saya harus lihat peta Jakarta (aplikasi Flash), cari-cari daerah Kemanggisan, cari jalur yang aman dan tentu saja tidak macet.

Setelah mencari-cari semalaman (hiperbolissss) akhirnya saya mendapatkan jalur yang okeh. Mulai dari Tanjung Priok ke arah Cempaka Putih, kemudian ke Senen, lalu lewat Harmoni, ujung-ujung nya ketemu Tanah Abang terus lanjut ke daerah Slipi Jaya gak terasa sudah dekat ke daerah Kemanggisan. Oooopss tunggu dulu, ternyata setelah saya buka dan baca headline detik dot kom ada pengumuman bahwa Minggu 13 Juli 2008 akan diberlakukan Car Free Day di daerah Cempaka Putih, mulai dari ITC Cempaka Mas sampai dengan perempatan Galur semenjak pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB.

Wakssszz ternyata saya gak bisa lewat Cempaka Putih, terpaksa saya harus putar otak lagi untuk menembus Cempaka Putih. Akhirnya saya melewati daerah Jalan Pramuka langsung menuju Proklamasi dan melewati Bunderan HI, ujung-ujungnya juga lewat Tanah Abang.

Huff huff Minggu pagi jam 10.00 berangkat menuju lokasi, sampai fly over Cempaka Putih (perempatan Coca Cola) masih asik-asik ajah, lancar juragannn. Tapiiiiiiiii alamak jannn…pas turun di fly over depan kantor Gudang Garam sampai depan Plaza Dwima I, macetnya gak ketulungan. Gak ada sama sekali petugas dari pihak Kepolisian atau Dinas Perhubungan untuk mengatasi kemacetan. Bahkan yang siap sedia di tiap putaran jalur adalah ‘Pak Ogah’.

Saya sangat setuju dengan diberlakukannya Car Free Day, wong jalanan Jakarta tuh udah ngebul banget ditambah lagi pohon-pohon sudah banyak yang menghilang karena perluasan jalan. Jika maksud dan tujuan baik, siapa sih yang mo kontra. Tapi sepertinya Car Free Day hari ini menurut saya (ingat, masih menurut saya) tidak berjalan lancar. Di depan fly over Cempaka Putih dari arah Tanjung Priok, hanya ada pembatas jalan dan mobil polisi tanpa ada petugas. Bahkan membuat kemacetan di depan Gudang Garam sampai Plaza Dwima I. Bukankah ini sepertinya mengurangi masalah dengan menimbulkan masalah baru? Bukankah ini hanya memindahkan asap ngebul polusi dari Letjend Suprapto ke daerah lain? Apakah bapak-bapak dari pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan sudah kekurangan orang sekedar hanya untuk membantu pengguna jalan.

Hal ini menjadi pertanyaan besar dan mungkin akan banyak jawaban dari yang pro dan kontra. Tapi saya masih berharap Car Free Day untuk berikutnya lebih sempurna dan lebih baik lagi. Amiieenn…

Akhirnya sampai juga di Kemanggisan, walaupun sempat melihat peta beberapa kali dan dengan usaha yang gigih untuk menemukan lokasi yang ingin saya tuju karena saya yakin What Will Be Will Be.