8 8 8, 8 Agustus 2008 tanggal yang dimana-mana banyak dilangsungkan pernikahan. Termasuk pernikahan teman saya, teman satu SMP, satu SMA, bahkan sampai bekerja di kantor sebelumnya pun, kami masih satu lokasi. Hanya masa kuliah saja yang berbeda. Tak disangka-disangka, teman saya ini menikah pada tanggal tersebut. Saya pun baru mendapatkan kabar tersebut melalui milis SMA saat H-2. Itu pun karena saya mendapatkan kabar dari teman SMA yang lain melalui chat.

Ketika mengetahui kabar tersebut melalui milis, saya pun langsung berniat untuk dapat menghadiri resepsi pernikahan tersebut. Padahal 8 Agustus 2008 adalah hari kerja tepatnya hari Jumat, dan waktu resepsinya pun mulai pukul 19.00 sampai pukul 21.00. Bergegas pulang kantor tepat pukul 17.00, tetap saja tidak bisa dan saya baru keluar kantor sekitar pukul 17.15. Saya niatkan untuk datang karena yakin di acara tersebut akan banyak yang datang mulai dari teman SMP, teman SMA atau teman kerja di kantor lama. Entahlah kenapa saya yakin dengan hal ini, meskipun yang punya hajat adalah teman semenjak SMP, SMA dan satu kantor di tempat yang lama, kan belum tentu semua teman tersebut akan datang.

Dengan rintangan yang cukup menantang, mulai dari harus naik bis kota yang berjubel dan berdiri di pintu (*hayooo coba bayangkan*) hingga harus menghadapi berbagai kemacetan lalu lintas di tengah kota dan ketika menuju lokasi acara resepsi pernikahan. Lokasi pernikahan teman saya tersebut berada di komplek Walikota Jakarta Utara, tepatnya di aula mesjid di belakang gedung Walikota Jakarta Utara. Gak begitu jauh dari lokasi tempat tinggal saya, yaaa…itu… di Priok, hehehehe….

Benar yang saya duga, meskipun saya baru datang pukul 20.00 tetapi masih ada teman lama yang saya jumpai. Teman-teman SMA saya, mulai dari yang bengal sampai yang alim. Mulai dari yang dulu sering maen bola bersama saya, hingga yang dulu sering ngajak buat aktivitas agama. Teman-teman SMP juga terlihat di belakang aula, sepertinya mereka sudah ada di lokasi semenjak pukul 19.00. Meskipun mereka sudah tak bersama lagi, masih ada rasa dan keinginan untuk menyambangi acara tersebut. Mungkin keinginannya sama dengan saya, reuni…

Ya, rasa-rasanya acara seperti ini akan menjadi suatu reuni dengan teman-teman lama. Terutama jika si empunya acara adalah teman lama kita, kemungkinan besar akan menjadi suatu reuni yang tak terencana. Gak perlu sewa gedung khusus untuk reuni, gak perlu makanan-makanan khusus, gak perlu yang namanya undangan reuni. Karena semua itu telah terangkum dalam acara resepsi pernikahan. Jika memang ada niatan khusus untuk reuni, biaya penyelenggaraan reuni kan bisa patungan sama si empunya acara resepsi pernikahan. Nahhh….biayanya kan bisa lebih hemat dibandingkan membuat acara reuni sendiri.

Saya akan selalu menanti acara seperti ini, bahkan jikalau harus keluar kota saya akan berusaha hadir. Bagaimana dengan Anda? Akhir kata, selamat untuk Catur Dharmawan dan Dina yang telah mampu untuk menuju hidup yang lebih mapan, Mapan dalam kehidupan.