Keberadaan bus airport yang ditukangi oleh DAMRI tidak saya ketahui pasti kapan munculnya. Yang pasti ketika saya pertama kali ditugaskan keluar kota sekitar 3 bulan yang lalu, bus airport tersebut sudah ada. Bus airport ini sangat membantu untuk mengurangi biaya transport dari dan menuju bandara. Buat saya bisa menghemat biaya tidak kurang dari 70000 IDR. Jika dulu saya harus menghabiskan biaya tidak kurang dari 90000 IDR untuk transport dari dan menuju bandara, kini saya hanya menghabiskan biaya 20000 IDR untuk ongkos bus transport tersebut.

Bus tersebut pun biasanya hanya berhenti di pool pemberhentian bus dan di bandara Soekarno-Hatta. Meskipun 27 Agustus 2008 kemarin saya melihat ada penumpang yang berhenti di tengah tol menuju bandara. Saya kurang tahu untuk apa penumpang tersebut turun di tengah-tengah perjalanan, yang pasti dia tidak membawa tas bahkan tidak seperti orang yang akan bepergian menggunakan pesawat.

Penampilan bus airport pun tidak begitu mengecewakan bahkan kalau boleh saya bilang termasuk bus premium. Dengan fasilitas AC dan tempat duduk yang lumayan nyaman. Selain itu ada tempat khusus koper atau tas di dalam bis, jadi penumpang tidak perlu membawa barang bawaanya sampai ke kursi mereka.

Tetapi selain ada kelebihan pasti ada kekurangannya dari bus aiport tersebut. Informasi…yup informasi yang kurang dari bus airport tersebut. Informasi terminal keberangkatan yang masih kurang memadai, hal ini saya lihat dari kecenderungan penumpang yang kebingungan saat sudah memasuki kawasan airport. Bukan hanya sekali, tapi setiap saya naik bus airport pasti ada saja satu atau dua orang yang salah turun lokasi, bahkan pada tanggal 27 Agustus 2008 kemarin saya hampir telat turun dari bus airport karena terhalang oleh penumpang yang kebingungan harus turun di terminal yang mana. Seharusnya di terminal 1A malah di terminal yang lain, atau malah kebablasan.

Memang sih…hal tersebut bisa dieliminir jika penumpang mau bertanya, tapi apa salahnya jika pihak bus airport memberikan service improvement dalam hal informasi. Misalnya saja jika ketika kernet meminta bayaran untuk tiket di dalam bus, sekalian saja ditanyakan ke penumpang bersangkutan perihal pesawat yang akan ditumpangi dan diberikan informasi di terminal mana, penumpang harus turun. Dan ketika sudah sampai di kawasan airport, penumpang diberitahu melalui pengeras suara bahwa sudah sampai di terminal tertentu.

Kalaupun merasa repot dengan service improvement seperti itu, bisa juga diberikan layar televisi kecil di dekat supir yang menampilkan informasi pesawat dan terminalnya. Ketika sudah sampai di kawasan bandara, ditampilkan pula di terminal mana bus sedang berhenti.

Hal ini benar-benar akan terasa jika penumpang tidak bisa berbahasa Indonesia, mungkin ilustrasinya seperti informasi yang ada di bus transjakarta. Ada informasi dan kernet yang bisa memberikan informasi.

Semoga saja service bus airport bisa lebih ditingkatkan sehingga bisa menambah kenyamanan penumpang.