27 – 29 Agustus 2008 kemarin saya beserta teman-teman satu kantor rame-rame melepas penat setelah bekerja selama berbulan-bulan. Employee gathering judul kerennya, tapi juga dibarengi dengan workshop sejak 26 Agustus 2008. Tapi untuk workshop, diikuti oleh para satu atau dua orang pilihan manager, manager, general manager dan Vice President. Nahh, untuk “rakyat jelata” datang esok harinya. Dijemput oleh Sun Beach di bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 11.00 wita, kami langsung menuju restoran untuk makan siang. Gak banget deh restorannya, tapi berhubung saya juga lupa nama restorannya dan gak ada acara poto-poto jadi gak saya review restoran tersebut.

Menginap selama 2 hari dua malam di hotel Mercure, Kuta membuat saya benar-benar rileks. Rileks dari semua kesibukan yang membuat otak kepala harus bekerja terus. Lebih-lebih lagi bisa melihat pantai Kuta dari lantai 4 hotel Mercure, it’s a beautiful place to have dinner with someone whom you love.

Breakfast di Mercure tidak seperti hotel-hotel biasanya yang berada di lantai 1, tetapi di Mercure untuk breakfast berada di lantai 4, lantai paling atas dimana lagi-lagi sambil breakfast bisa melihat pemandangan pantai Kuta dan lautnya. Tapi klo soal makanan, hampir sama dengan hotel-hotel yang selama ini saya singgahi. Satu lagi, gak ketinggalan foreigner yang jumlahnya lebih banyak daripada pengunjung domestik.

Kamar yang saya tempati tidak begitu besar untuk ukuran hotel kelas bintang tiga, selain fasilitas standar untuk kamar sebuah hotel bintang tiga, ada juga balkon yang dilengkapi dengan dua buah kursi dimana kita bisa melihat pemandangan luar. Bisa melihat kolam ikan koi yang ada di lantai 1 atau melihat sedikit pemandangan pantai kuta.

Lantai yang digunakan masih berupa ubin belum berupa keramik porselen seperti hotel pada umumnya. Kesan gelap dan tidak bersih merupakan kekurangan dari penggunaan lantai ubin tersebut. Ukuran kamar mandi tidak begitu besar yang menimbulkan kesan sempit, lebih-lebih lagi dengan adanya bathtub yang membutuhkan space yang besar. Fasilitas selain bathtub, sama seperti hotel pada umumnya. Gak ada yang berbeda sama sekali dari perlengkapan mandi yang disediakan.

Gw baru kali ini selama dinas ke luar kota and nginep di hotel, ada hotel yang gak nyediain sikat gigi and odol”

Hahaha, saya baru nyadar ketika teman saya komen seperti di atas. Yup, ternyata di kamar saya tidak disediakan sikat gigi dan odol alias pasta gigi. Gak cuma satu hari tapi selama dua hari memang gak disediakan dua hal perlengkapan itu. Padahal di hotel-hotel yang pernah saya singgahi, pasti perlengkapan mandi semacam sabun, sikat gigi, pasta gigi, shampoo disediakan oleh pihak hotel. Tapi di Mercure tidak, hanya ada tambahan perlengkapan di kamar mandi, yaitu pelembab. Secara lokasi di pantai Kuta, pelembab ini menjadi hal wajib jika ingin berjemur.

Ketika hari terakhir saya di Mercure, saya sempatkan untuk cari oleh-oleh di pasar Sukawati. Dan di sana saya teringat bahwa ada barang saya yang tertinggal di hotel padahal saya sudah check out tapi koper dan tas masih saya titipkan di lobby hotel. Walhasil setelah dari Sukawati saya kembali ke hotel dan saya tanyakan kepada resepsionis mengenai barang saya yang tertinggal. Setelah sekitar 10 menit saya menunggu, barang saya tersebut masih ada dan dikembalikan lagi. Dari peristiwa tersebut, perhatian terhadap customer cukup baik padahal barang saya yang tertinggal itu hanya seharga 5000 IDR.

Soal rate, gak recommended laaa. Mahal euuy untuk seorang saya, tapi untuk honey moon lokasi di pantai kuta, hotel mercure worth it dengan kenyamanan yang diberikan dan lokasi yang cukup strategis di pantai Kuta. Ada yang punya pengalaman nginep selain di mercure kuta, bali?