Brrrgghh…saya mendapati bioskop biasa tempat saya nonton hampir tidak ada pengunjung. Gak ada antrian di pembelian karcis using BCA Credit Card mc2 (baca: em si skuer), apalagi antrian yang menggunakan cash. Jangan-jangan sudah habis, aahhh tapi gak mungkin kek-nya, kan bukan malem minggu, lagipula lagi bulan puasa. Melihat-lihat jadwal film di layar LCD yang terpampang, terlihat ada dua film yang ingin saya tonton, Babylon AD dan Death Race. Babylon AD jadwalnya jam setengah sembilan malam, sedangkan Death Race jam tujuh lewat 15 menit, berhubung malem ini gak mo ketinggalan taraweh dan besok harus bangun pagi buat sahur dan berangkat kerja, jadinya saya putuskan untuk nonton Death Race.

Seperti biasa di 21 di awali dengan iklan cuplikan film-film yang Coming Soon, kira-kira durasinya selama 15 menit. Setelah itu barulah muncul intro Death Race, dimana diberitahukan asal muasal Death Race, latar tahun terjadinya ( tahun 2012 ), dan lokasi terjadinya Death Race. Ternyata Death Race kali ini diangkat berdasarkan film sebelumnya yaitu Death Race 2000 yang dibintangi oleh David Carradine dan Silvester Stallone. Tapi Death Race kali ini dibintangi oleh Jason Statham dan pemeran dalam film 2 Fast 2 Furious: Tyrese Gibson.

Film ini mengambil latar belakang tahun 2012 dan aksi-aksinya lebih banyak dilakukan di dalam penjara. Hanya sedikit saja yang mengambil latar di luar penjara, seperti ketika menceritakan pekerjaan dan keluarga Jensen Ames sebelum dijebak dan dijebloskan ke penjara dan ketika Jensen Ames dan Joe melarikan diri dari penjara Terminal Island.

Cerita sederhana yang dibuat seberingas dan sekasar mungkin membuat film ini cocok untuk menaikkan adrenalin penonton. Lebih-lebih ketika melihat adegan balapan mobil hasil modifikasi (mungkin lebih tepat dikatakan sebuah kendaraan perang) di dalam penjara Terminal Island. Adegan perkelahian gak ada yang istimewa seperti layaknya film-film yang mengambil setting di dalam penjara.

Konflik perasaan pun hanya ketika Jensen Ames tahu siapa yang menjebak dirinya, membunuh istrinya dan men-set up semua permainan ini. Jadi jangan berharap ada adegan yang menderu-deru air mata atau kisah-kisah roman picisan. Yang ada adalah darah di mana-mana dan perjalanan menuju kematian yang dialami napi pembalap. Gak recommended membawa anak-anak di bawah umur serta wanita-wanita yang halus perasaannya untuk menonton film ini.


Cara modifikasi mobil gak diperlihatkan secara detail, hanya diberitahukan persenjataan yang digunakan, seperti senjata caliber 50 mm, pertahanan yang dimiliki, seperti asap untuk mengaburkan penglihatan, minyak untuk membuat licin lintasan dan napalm (yang ini saya gak tahu buat apa). Balapan ini bukan seperti film Fast and Furious yang mengandalkan kecepatan, tapi film ini juga mengandalkan senjata untuk membunuh saingan di lintasan. Namanya saja Death Race, yaaaa berarti sampai Death.


Kendaraan yang digunakan bukan kendaraan mahal, namun kendaraan hasil modifikasi yang sepertinya hanya dari baja-baja rongsokan, tabung-tabung gas sisa yang sama sekali gak dipoles. Gak ada yang namanya mengkilap sedikitpun, kalau boleh dibandingkan seperti melihat kendaraannya The Dark Knight. Beringas, kekar dan kuat kesan pertama jika melihat kendaraan-kendaraan yang digunakan.


Buat yang hobi film balapan mobil dan action, film ini pantas ditonton. Apalagi buat yang lagi sedih atau menderu-deru, film ini pas banget buat membangkitkan semangat. Dijamin setelah nonton film ini pasti pengen balapan, dan membuat adrenalin naik jadi menghilangkan rasa sedih yang gak penting. Jangan lupa bawa cemilan dan makanan untuk menenangkan ketegangan selama menonton balapan sampai mati. Death Race…

PS: image diambil dari Slashfilm