Antara keragu-raguan ingin nonton Bangkok Dangerous atau HellBoy II, bukan tanpa sebab tapi lebih dikarenakan saya sudah download HellBoy II dari rapidshare, hehehe. Jadi agak mubazir alias boros bandwith jika harus nonton HellBoy II di 21. Tapi berhubung ekspektasi saya yang lebih karena sudah menonton HellBoy yang pertama, jadi saya putuskan untuk menikmati HellBoy II dengan kualitas suara Dolby di 21. Gak nyangka sampai di dalam theater 1 21cineplex di La Piazza, kursi terisi penuh. Brrghh…tambah seneng lagi nih, kayaknya film ini bakalan seru abis.

Awal film HellBoy II ini ditampilkan alur mundur, dimana dilatarbelakangi ketika Red masih remaja dan masih ada ayahnya, Professor Trevor Bruttenholm (Broom) (John Hurt). Scene ini yang nantinya akan menjadi jawaban untuk mengalahkan Prince Nuada (Luke Groos) dan Golden Army-nya. Sepertinya scene ini dibuat untuk mengatasi kebingungan mencari jalan cerita mengalahakan Prince Nuada.

Setelah kembali ketika Red masih remaja, setting background kembali kepada zaman sekarang, meskipun tidak diketahui tahun berapa sebenarnya. Setting kota Manhattan yang dipenuhi gedung-gedung bertingkat dapat dijadikan acuan untuk melihat setting zaman yang digunakan. Tak berbeda jauh dengan HellBoy yang sebelumnya, dimana Red masih menjadi agen di sebuah dinas rahasia, bersama dengan Abe dan Liz.


Keberingasan Red pun tak berubah, yang lebih menghebohkan film HellBoy kali ini adalah adanya tokoh baru yang bergabung dalam dinas rahasia. Tokoh ini bernama Johan Krauss yang sebenarnya berwujud gas, nahhh bingung kan. Yang bikin aneh lagi, kok gas bisa ngomong bahkan bisa mengalahkan keberingasan Red dalam bertarung. Ini terlihat dari perkelahian antara Krauss dengan Red di dalam ruang ganti dinas rahasia. Yang lebih oke lagi, pakaian Krauss itu lohh mirip seperti kostum astronot.

Nonton HellBoy II kali ini seperti nonton Men In Black, banyak banget makhluk-makhluk aneh. Gak ketinggalan makhluk aneh yang menyamar, seperti troll yang menyamar sebagai nenek yang suka menyantap kucing, brrghhh. Hobi kok makan kucing.

Ada hal yang sedikit menggelitik di film ini atau bisa juga disebut romantis, di tengah-tengah film tiba-tiba lagu “Can’t Smile Without You” dinyanyikan. Awalnya oleh Abe Sapien, tapi lama kelamaan Red ikut bergabung dalam keadaan mabuk. Agak aneh sih, film seperti ini kok OST nya Can’t Smile Without You. Tapi ternyata film ini gak hanya perang-perangan antara makhluk jahat dan baik, namun ada kisah percintaan babak baru antara Red dan Liz, ternyata Liz hamil dan yang gak disangka-sangka lagi, Red bisa menghamili, hehehehe. Tak ketinggalan pula Abe Sapien ikut-ikutan jatuh cinta terhadap Princess Nuala (saudara kembar Prince Nuada).

Di akhir cerita film ini sedikit membuat saya salah perkiraan, ketika Red tertusuk pedang dari Prince Nuada dan tidak ada yang bisa menolong Red, termasuk Krauss yang menjadi pimpinan,apalagi Abe dan Liz. Tak hanya itu, ketika Golden Army sudah dibangkitkan kembali awalnya sedikit demi sedikit mampu dikalahkan meskipun jumlahnya yang ribuan, tapi ternyata pasukan tersebut mampu hidup kembali.

Akhir cerita film ini gak begitu heboh, hanya ada adegan perkelahian antara Red dan Prince Nuada karena Red menantangnya. Hal inilah satu-satunya cara untuk mengalahkan pemegang mahkota emas yang mampu mengendalikan Golden Army.

Jika harus memilih antara Babylon A.D. , jelas HellBoy II lebih baik dalam hal cerita. Tapi jika yang sudah pernah nonton HellBoy yang pertama, HellBoy kali ini dijamin kurang menggigit meskipun ada hal-hal baru yang ditampilkan. Anyway medium recommended buat nonton film ini.

PS: image was taken from: Screen Rant,