Lagi-lagi soal gaji, jika sebelumnya mengenai survey pendapatan (gaji plus lain-lain) yang dilakukan oleh ZDNet terhadap para pekerja IT di Indonesia maka kali ini berapa angka yang seharusnya dijawab oleh interviewee saat ditanyakan: “Berapa gaji yang kamu minta ?”. Saya pernah beberapa kali ditanyakan mengenai hal ini oleh beberapa teman baik, teman lama atau teman ‘dunia maya’ yang ketika mereka menanyakan hal ini, mereka sedang dalam proses rekrutmen karyawan untuk suatu perusahaan. Memang pada umumnya sudah pada tahap interview, jadi saya pikir hal ini masih cukup menarik untuk dibahas.

Ada baiknya kita samakan persepsi terlebih dahulu apa yang kita ingin jawab. Apakah gaji ataukah pendapatan? Karena gaji adalah suatu hasil jerih payah yang patut kita terima setelah kita melakukan kewajiban kita terhadap suatu institusi sedangkan pendapatan meliputi gaji dan ditambah hal-hal lain yang diterima karena prestasi ataupun karena melakukan melebihi target, konkretnya bisa berupa bonus / insentif. Selain itu pendapatan juga meliputi tunjangan-tunjangan, bisa merupakan tunjangan hari raya, tunjangan cuti ataupun tunjangan jabatan. Jadi persepsikan terlebih dahulu dan yakinkan apakah yang akan Anda jawab merupakan gaji atau pendapatan.

Apabila sudah dipersepsikan mengenai hal tersebut, barulah bicara mengenai angka. Tentunya Anda mengikuti rekrutmen karyawan di perusahaan tertentu karena menginginkan perubahan. Pada umumnya perubahan yang diinginkan adalah perubahan kesejahteraan menjadi lebih baik, meski ada beberapa orang yang tidak menomorsatukan hal tersebut. Tapi tentu saja ada hal lain yang ingin berubah misalnya saja tantangan atau suasana kerja. Namun yang mudah diukur ketika interview tentunya adalah kesejahteraan. Jika suasana kerja, hal ini relatif dan tidak menjadi jaminan pindah ke perusahaan baru membuat suasana kerja menjadi lebih baik. Dari segi tantangan pun, hanya bisa dilihat secara verbal oleh interviewer mengenai job desk dan biasanya memang ada kata-kata “… Namun tidak terbatas pada … “.

Kembali kepada angka, tidak ada salahnya Anda menanyakan kepada rekan-rekan lama yang sudah berpijak ke perusahaan baru tersebut. Namun hal ini tidak bisa dijadikan acuan pasti, karena mengingat perbedaan waktu rekrutmen antara Anda dan rekan Anda tersebut. Belum lagi mengenai jabatan ataupun departemen yang akan Anda tempati tentunya ada kemungkinan berbeda dengan rekan Anda tersebut. Yang bisa dijadikan patokan tentunya pendapatan Anda saat ini, tentunya harus Anda hitung-hitung terlebih dahulu pendapatan Anda tersebut. Mulai dari gaji bulanan, insentif, tunjangan hari raya dan tunjangan-tunjangan lain. Ambillah suatu angka patokan, misalnya gaji anda perbulan G maka pendapatan anda per-tahun X kali G. X tersebut bisa Anda dapatkan dari total pendapatan Anda setahun kemudian dibagi dengan gaji Anda perbulan. Misalnya saja gaji Anda saat ini Rp 3.000.000, kemudian setelah ditotal pendapatan selama setahun Anda mendapatkan Rp 72.000.000. Maka Anda mendapatkan pendapatan pertahun sebanyak 24 kali Gaji perbulan (hasil dari Rp 72.000.000 dibagi dengan Rp 3.000.000). Sehingga Anda bisa menginginkan perubahan pendapatan menjadi lebih baik dan bisa menjadi dasar yang kuat untuk menjawab pertanyaan interview.

Bisa saja ketika menjawab gaji perbulan lebih kecil dibandingkan sebelumnya namun jika pendapatan pertahun lebih besar, bagaimana? Ini tergantung selera, apakah Anda menyukai:
1. pendapatan per bulan yang besar namun pendapatan pertahun lebih kecil atau
2. pendapatan per bulan lebih kecil namun pendapatan pertahun lebih besar.
Selain itu perhitungkan pula ongkos kendaraan ataupun bensin jika menggunakan kendaraan pribadi dan bagaimana penyediaan logistik untuk makan siang. Silahkan dihitung-dihitung, untuk mendapatkan The Best Number.

Iklan