Saat ini dunia ekonomi ‘katanya’ sedang mengalami krisis global. Krisis yang ‘katanya’ lagi membuat pegawai di-PHK karena perusahaan mengalami kurangya order dari konsumen. Hal ini biasanya berlaku pada perusahaan dimana core businessnya adalah penjualan barang. Namun pada perusahaan yang berbisnis di bidang jasa misalnya telekomunikasi, bisa saja mencari cara lain yang lebih efektif. Bisa saja dengan mengubah strategi bisnis ataupun reorganisasi perusahaan itu sendiri.
Dengan strategi bisnis yang baru di tahun 2009 ini diharapkan dapat melawan krisis global yang sedang mendunia. Tentunya strategi yang baru ini membutuhkan orang-orang yang mempunyai ide cemerlang tidak hanya cerdas dalam operasional. Pemikiran bersifat strategik-lah yang penting untuk membuat inovasi-inovasi baru dimana nantinya dapat meningkatkan revenue. Tentunya dalam mencari orang-orang ini tidak perlu melakukan recruitment karyawan baru kembali namun dapat dilakukan dengan memanfaatkan dan mengefektifkan resource yang ada. Yang patut dicatat adalah tidak mudah mencari orang-orang yang berkompeten dalam hal strategik, apalagi yang sudah terbiasa dengan tugas operasional. Namun bukan tidak mungkin orang ini ada dalam sekumpulan departemen operasional, sehingga atasan-lah yang dapat melihat kompetensi orang tersebut.

Butterfly effect, dimana perusahaan membuat strategi bisnis yang baru yang ujung-ujungnya bisa mengakibatkan reorganisasi dan bahkan dapat membuat efek yang menjalar ke yang lain. Misalnya saja promosi atau demosi dan tentunya kenaikan atau penurunan income dari employee itu sendiri. Tentunya dalam hal ini harus kita tanggapi dengan positif, karena dengan seperti ini kita dituntut untuk berpikir seperti the owner bukan hanya operasional. Owner berpikir strategik, bagaimana mengembangkan perusahaan dengan pola-pola pemikiran yang berbeda.

Tidak sedikit yang mencibir dari proses reorganisasi itu sendiri terutama yang mengalami demosi. Bagaimana tidak, lha wong jabatan diturunkan yang berpengaruh ke income. Lebih-lebih lagi jika harus dipindahkan ke departemen yang bukan spesialisasinya. Di sinilah peran atasan yang mampu melihat kompetensi employee secara pemikiran ataupun akademis. Tidak hanya itu peran employee pun tidak kalah penting, dengan menonjolkan kemampuan diri dalam suatu hal dapat membuat image tersendiri bagi si employee itu sendiri sehingga atasan tahu kompetensi employee.

Oleh karena itu reorganisasi mampu memberikan positive butterfly effect on company either employee.