Ternyata macet bukan hanya disebabkan oleh meningkatnya volume kendaraan bermotor, tetapi juga disebabkan oleh pembuatan arah putaran yang (menurut saya) tidak pada tempatnya. Pagi ini ketika berangkat ke kantor menggunakan motor, saya melewati kawasan Harmoni menuju Thamrin. Pukul 07.00 WIB kawasan Harmoni belum begitu padat sehingga macet pun belum terasa.

Ketika melewati lampu merah Harmoni, menuju ke arah Thamrin jalan begitu lengang selama lebih kurang 50 meter. Namun ketika di depan gedung Sekretariat Negara (Jl. Majapahit), semua pengendara kendaraan bermotor mulai dari sepeda motor, mobil pribadi tak terkecuali angkutan umum (busway, angkot) harus menghentikan kendaraan mereka. Padahal di belakang kendaraan tersebut masih banyak lagi kendaraan yang mengantri.

Ternyata kami harus berhenti karena banyak kendaraan pribadi (baca: sedan mewah dan angkutan pemerintahan) ingin memasuki gedung Sekretariat Negara. Entah mereka pegawai kantor itu ataukah tamu kenegaraan. Pun jika tamu kenegaraan biasanya menggunakan pengawalan VIP atau menggunakan plat mobil dengan warna tertentu. Namun yang saya lihat adalah kendaraan tanpa keistimewaan di atas.

Lokasi detailnya saya ambil dari Wikimapia (www.wikimapia.org) seperti terlihat di bawah ini.

Bulatan warna merah adalah lokasi putaran, dimana pengendara dari arah Medan Merdeka Barat atau Merdeka Utara bisa memutar arah ataupun langsung ‘selonong boy’ ke arah Gedung Sekretariat Negara.

Sepertinya putaran tersebut dibuat untuk akses langsung ke Gedung Sekretariat Negara, karena tanpa putaran itu pun seharusnya kendaraan yang ingin menuju Gedung Sekretariat Negara dapat melaju ke arah Harmoni kemudian berputar di Wisma Hayam Wuruk kemudian lurus ke arah Jl. Majapahit. Arah tersebut tidak akan mengganggu kenyamanan pengguna lalu lintas lainnya.

Tampilan putaran di depang Gedung Sekretariat Negara yang saya ambil dari Google Maps seperti terlihat di bawah ini:

Jika putaran itu tidak ditutup, dikhawatirkan akan terjadi kemacetan yang berkelanjutan tanpa ada penyelesaian. Karena kendaraan dari arah Harmoni saya rasakan cukup banyak volumenya, jika harus dibandingkan dengan kendaraan yang ingin menuju akses langsung ke Gedung Sekretariat Negara.

Mbok ya..itu sedan-sedan ataupun kendaraan dinas pemerintahan ngalah..demi kelancaran lalu lintas. Toh akses menuju Gedung Sekretariat Negara masih bisa dilakukan dengan cara lain seperti yang sudah disebutkan di atas.