Barangkali kita sudah pernah menerima sms yang berasal dari nomor handphone tertentu yang menyatakan bahwa kita memenangkan undian berhadiah sejumlah tertentu. Jika belum pernah, maka semoga tulisan ini biasa membuat kita waspada akan penipuan yang semakin berkembang dengan modus yang lebih canggih.
Modus penipuan yang beredar selama ini biasanya penipu akan mengirimkan sms yang menyatakan bahwa kita memenangkan undian dengan jumlah atau hadiah tertentu. Untuk mendapatkan hadiah tersebut, “si pemenang” diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang melalui ATM. Selain menyetor sejumlah uang melalui ATM, terkadang penipu juga meminta “si pemenang” (penerima sms) untuk membeli voucher prabayar dengan jumlah tertentu dan mengirimkan nomor serial voucher tersebut ke sebuah nomor handphone.

Jika modus yang digunakan adalah pembelian voucher prabayar, sebenarnya pihak yang tertipu masih ada kemungkinan untuk mendapatkan nominal voucher yang telah dikirimkan ke penipu namun dalam bentuk pulsa prabayar. Biasanya tiap operator mempunyai prosedur masing-masing untuk mengakomodir hal tersebut.

Jika modus pertama yang digunakan, biasanya penipu akan meminta “si pemenang” untuk menghubungi nomor telepon tertentu yang ujung-ujungnya akan meminta “si pemenang untuk melakukan transfer uang ke suatu rekening bank.

Semua metode di atas tujuannya membujuk “pemenang” agar mengirimkan sesuatu baik berupa uang tunai atau voucher.

Namun modus penipuan saat ini sudah lebih baik karena banyak perusahaan yang memasang iklan bahwa promo mereka tidak dikenakan pajak. Modus yang baru adalah dengan cara mengatakan bahwa “pemenang” akan ditransfer sejumlah uang langsung ke rekening pemilik. Oleh karena itu penipu meminta beberapa data rekening “pemenang”,seperti:

1. Nomor rekening tabungan
2. Bank penerbit rekening
3. PIN ATM

Jika “pemenang” tidak aware, maka semua data tersebut dengan mudahnya dapat diberikan kepada penipu. Untuk membuktikannya, saya berikan cuplikan percakapan antara “si pemenang” dan penipu, hal ini sesuai dengan rekaman pembicaraan yang direkam oleh salah satu rekan saya untuk mengetahui bagaimana cara penipu untuk meyakinkan “si pemenang”.

“Pemenang”: (menghubungi nomer yang diberikan melalui sms oleh penipu)
Penipu: “xxxx Jakarta, Selamat pagi” (xxxx adalah nama operator telekomunikasi di Indonesia)
“Pemenang”: “Pagi pak, pak barusan saya dapet sms nih pak, klo saya katanya dapet promo khusus untuk nomer 375xxx, dengan PIN sekian.
Penipu: “dengan bapak siapa saya bicara”
“Pemenang”: “saya dengan rusdi, pak”
Penipu: “bapak rusdi bisa diinformasikan nomor pelanggan xxxx anda ?”
“Pemenang”: “saya 375xxx”
Penipu:”Bapak rusdi adalah pelanggan xxx dari daerah xxx”

Untuk lebih jelasnya, bisa mengunduh rekaman percakapan antara “pemenang” dengan penipu. Di rekaman tersebut akan sangat jelas terdengar betapa terlatihnya penipu dan teknologi yang digunakan sudah semakin baik. rekaman tersebut sudah saya edit sedemikian sehingga tidak menyangkut pautkan nomer ataupun operator tertentu.

1. Greeting yang diucapkan menyerupai Call Center asli
2. Dapat mendeteksi asalnya nomor handphone “pemenang” (nomer Jakarta, Bandung atau Surabaya)
3. Dapat mengetahui jumlah digit nomor rekening bank yang seharusnya diberikan.

Untuk mengetahui lebih lanjut jika ada sms yang mengindikasikan kamu sebagai pemenang undian, sebaiknya hubungi call center operator terkait. Untuk mendapatkan nomor call center operator, bisa mencari di www.google.com