Di bulan ramadhan ini pasti kita banyak diundang relasi untuk berbuka puasa bersama. Baik bersama rekan kantor, teman kuliah maupun teman jaman SMA, bahkan ada pula teman SMP yang mengundang.

Biasanya jika diundang teman sekolah jaman dulu berlokasi di tempat-tempat umum baik itu di mal ataupun di restoran. Waktunya pun bervariasi, tapi umumnya sih di akhir minggu, bisa jumat, sabtu atau minggu.

Bayangkan jika empat minggu ini hampir semua orang mengadakan buka puasa bersama di mal ataupun restoran. Pasti mulai dari berangkat menuju lokasi hingga selesai acara, kita akan mengalami antri.

Mari kita amati, sebenarnya berapa kali kita harus mengantri untuk mendapatkan sesuatu. Yang pertama, kita harus mengantri di jalan atau yang lebih dikenal dengan macet. Yup, macet di Jakarta sepertinya sudah terlalu ‘biasa’. Jadi sepertinya hampir tidak mungkin untuk menghindarinya. Terutama apabila lokasi yang dituju berada di tengah kota Jakarta, seperti Plaza Semanggi, Plaza Senayan ataupun restoran-restoran lain.

Selanjutnya jika kita sudah sampai lokasi, kita harus antri untuk parkir khusus yang membawa kendaraan pribadi. Terutama mobil akan sangat sulit sekali mencari lokasi parkir yang dekat dengan pintu masuk. Biasanya lokasi parkir yang kosong terletak jauh di lantai paling atas atau lantai paling bawah. Namun hal ini tak perlu dirisaukan jika kita menggunakan kendaraan umum atau motor.

Ketika telah sampai di restoran ataupun di dalam mal, kita harus mengantri lagi untuk memesan dan mendapatkan makanan yang diantarkan. Kalau ini sih, bisa-bisanya si pengelola restoran agar pelayanan pelanggan cepat meskipun jumlah pelanggan tiba-tiba membludak. Kita bisa siasati dengan memesan minuman untuk berbuka terlebih dahulu. Minuman ringan saja untuk membatalkan puasa, toh kita juga gak mau jika harus sholat magrib dengan perut yang terisi penuh sampai-sampai kita tidak bisa jalan.

Waktu berbuka tiba, saatnya berbuka dengan yang manis (kok kaya iklan yah). Bisa sholat magrib terlebih dahulu atau menunggu makanan besar datang baru kemudian sholat magrib. Karena ketika sholat magrib, pasti akan mengalami antrian yang panjang untuk mengambil wudhu dan ketika sholat magrib. Jarang ada mal ataupun restoran yang menyediakan musholla yang cukup besar, selama ini musholla yang cukup besar di mal yang pernah saya singgahi ada di Mal Kelapa Gading dan Senayan City.

Yang terakhir tentu saja kita harus mengantri untuk membayar makanan yang telah kita makan. Jika restoran tidak mempunyai uang kembalian receh ataupun tidak ada fasilitas debit/credit card pasti akan menambah panjang antrian.

Begitu banyak antrian yang harus kita hadapi untuk menghadiri acara buka puasa bersama, namun justru dengan hal itu iman kita dilatih untuk sabar dan disiplin dalam menghadapi antrian. Pun hal ini menandakan bahwa rakyat Indonesia masih senang berkumpul dengan teman-teman lama, tidak cuek satu sama lain.