Akhirnya Resident Evil: Afterlife muncul juga di Indonesia 18 September 2010, meskipun agak telat dari jadwal premier di luar negeri sana yang seharusnya pada tanggal 10 September 2010. Baru tayang di Cinema 21 di beberapa theater tertentu, itu pun masih midnight show. Tapi tak apa, saya tak mau ketinggalan melihat aksi Alice vs Umbrella Corp.

Tiba di Cinema 21 Hollywood KC di kawasan Gatot Subroto pukul 22.00 WIB, masih ada waktu sekitar 2 jam lagi harus menunggu, tapi bangku sudah terisi sekitar 75%. Yang tersisa hanya 6 baris dari depan. Yak, siap-siap leher pegel-pegel setelah nonton Alice.

Di awal cerita menampilkan background berada di Tokyo, Jepang, selain karena menyambungkan dengan edisi Resident Evil sebelumnya (Extinction) mungkin juga ingin mengganti suasana. Di sini sudah agak sedikit terlihat menyalin beberapa film sekuel yang (akhirnya) menampilkan background di salah satu kota di Jepang.

Tidak ada basa basi, tidak ada dialog, Alice langsung jedar jedor menyerang markas Umbrella di Tokyo, tak hanya sendirian tapi membawa serta kloningannya. Tentu masih ingat di seri Extinction di mana Alice dikloning oleh Umbrella sedimikian banyaknya. Di scene awal ini sudah menampilkan sedikit slow motion pertempuran antara pasukan Umbrella dengan Alice cs. Agak sedikit kaget tapi juga mulai terlihat lagi sedikit menyalin scene film lainnya.

Setelah agak sedikit reda dengan jedar jedornya Alice cs, alur film mulai berangsur pelan dengan menampilkan sosok Alice yang sedikit putus asa untuk mencari Arcadia, tempat yang dipercaya aman dari infeksi T-Virus.

Sesampainya Alice di daratan yang dipercaya sebagai Arcadia, dia bertemu dengan Claire (Ali Larter), tapi dengan kondisi yang berbeda. Lusuh, lemah dan berusaha menyerang Alice. Ternyata Claire mengalami hilang ingatan akibat ada alat yang ditempelkan di dadanya. Suatu alat yang bisa mengendalkan seseorang untuk berbuat sesuatu yang diinginkan oleh pemilik alat tersebut.

Meninggalkan daratan bersama Claire, Alice menuju Los Angeles untuk mencari kehidupan yang mungkin tersisa. Awalnya terlihat sama sekali tidak ada yang tersisa, bahkan mayat hidup pun tak ada. Gedung-gedung bertingkat yang terbakar, bahkan ditampilkan Gedung Union Bank yang juga terbakar. Efek kota Los Angeles yang sudah terbakar ditampilkan tidak begitu sempurna, karena terlihat tidak nyata alias keliatan banget buatannya.

Setelah berkeliling barulah dilihat ada beberapa orang yang selamat di atas gedung. Semua actor merupakan pemain baru yang belum pernah ada di seri Resident Evil sebelumnya. Namun ada beberapa nama yang sudah familir, salah satunya bintang serial tv Prison Break yaitu Kim Coates dan Wentworth Miller.

Tampilan mayat hidup alias zombie di film ini agak berbeda dari Resident Evil sebelumnya, mungkin sudah mengalami mutasi. Dengan tambahan mulut yang bisa terbuka untuk menarik mangsa (manusia) dan juga agak lebih pintar yang mampu menggal bawah tanah untuk mencari jalan tembus memasuki gedung yang digunakan sebagai pertahanan Alice cs.

Selain tampilan zombie yang agak beda, muncul juga sesosok makhluk mirip manusia namun dengan tubuh yang besar dan tinggi. Selain itu membawa senjata pemukul yang mirip seperti garukan bulldozer. Entah siapa dan darimana asal muasal makhluk tersebut karena memang tidak dijelaskan dan kepalanya ditutupi sehingga tidak terlihat bentuk mukanya seperti apa.

Hampir sama seperti sekuel Resident Evil sebelumnya, ada yang menjadi pimpinan pihak jahat yaitu Albert Wesker dan pada akhirnya menjadi lawan Alice. Hanya saja kali ini Alice mendapat bantuan dari Claire dan Chris (Wentworth Miller). Adegan pertempuran antara Albert Wesker dan Alice cs, mengingatkan kita pada adegan film Matrix. Slow motion ketika peluru senapan melewati tubuh yang menghindar dan perkelahian antara Albert dan Alice cs.

Seperti sekuel Resident Evil sebelumnya, adegan terakhir pasti menggantung dan meyakinkan penonton bahwa akan ada lanjutan Resident Evil berikutnya. Entah dengan siapa lagi Alice akan bertarung yang pasti Umbrella masih ada.

Film ini tidak begitu atraktif, banyak mengambil hal-hal unik dari film-film lain. Tapi jika ingin mengetahui seperti apa Resident Evil: Afterlife sebaiknya menunggu jam tayang normal daripada harus terkantuk kantuk dan ketika keluar dari bioskop dengan muka yang biasa saja dan mungkin bisa tambah ngantuk.