Ting ting, email baru telah masuk di inbox Yahoo saya, saya tahu karena Blackberry yang saya punya telah disetting untuk dapat menerima push email dari Yahoo. Setelah saya buka, ternyata ada beberapa rekan yang melakukan tagging terhadap suatu foto yang ada di facebook. Saya sedikit terheran, karena seingat saya, tidak pernah saya foto berbarengan dengan teman saya itu setelah sekian lama. Karena penasaran saya pun langsung membuka link yang terdapat di email notifikasi tersebut. Agak sedikit merasa kurang dihargai (mudah-mudahan gak lebay yah) karena foto yang dimaksud adalah media promosi barang dagangan yang teman saya jual.


Sekelumit pengalaman saya tersebut mungkin hampir mirip dengan sms spam penawaran KTA, kartu kredit dan lainnya. Intinya adalah penawaran produk di mana belum tentu yang disasar memerlukan produk tersebut. Selain penawaran produk, seringkali kita di-tag di facebook untuk menunjukkan sesuatu, entah itu gambar, video ataupun posting yang belum tentu juga tepat sasaran. Memang sih, kita dapat melakukan removing tag dari objek (video, foto, atau post) facebook. Namun hal tersebut bukan merupakan pencegahan melainkan ‘pengobatan’ terhadap sesuatu.

Kecuali itu, untuk hal-hal yang bersifat mengundang suatu acara masih dapat dimaklumi karena merupakan suatu penghormatan atau penghargaan terhadap seseorang. Selain itu, untuk hal-hal yang bersifat ucapan hari raya agama juga masih dapat ditolerir.

Saat ini Facebook sudah menerapkan tingkat privasi default yang cukup baik, namun untuk urusan tagging belum dapat dikatakan baik. Karena secara default, user masih dapat melakukan tagging tanpa permission dari user yang menjadi objek tagging. Saya kurang mengerti terhadap hukum maya, namun secara etika sebaiknya hal tersebut –tagging- tanpa ijin, cukup mengganggu. Apalagi tujuanya untuk hal-hal yang belum tentu disukai oleh si objek tagging.

Belum tentu juga semua user mempunyai etika tagging, asal tagging pun sangat mungkin terjadi. Meskipun ada juga user yang pasti mempunyai etika tagging, dengan cara ‘melihat’ terlebih dahulu objek tagging-nya.
Alangkah baiknya jika Facebook juga menerapkan tagging permission, yaitu ijin dari seseorang yang menjadi objek tagging sebelum menjadi objek tagging di suatu objek Facebook (video, foto atau post). Karena privasi adalah sesuatu yang berharga dan merupakan hak setiap user ataupun manusia.