Superhero yang Pemarah

Satu lagi film superhero di pertengahan tahun ini yang sebelumnya sudah ada Iron Man dan Incredible Hulk. Sebelumnya saya berencana menonton Hancock pada premiere-nya tanggal 2 Juli, tapi karena kehabisan tiket di Senayan City walhasil saya akhirnya menonton di La Piazza, Kelapa Gading. Meskipun harga tiketnya lebih mahal (belum apply BCA Card eeuuyy) tapi ndak papa lah, sing penting nonton Hancock dan terpuaskan birahi saya untuk melihat aksi Will Smith dan Charlize Teron.
Birahi nonton Hancock…>>>

Astra Days 2008

Buat temen-temen yang sudah bosan dengan pekerjaan saat ini, sudah muak dengan tingkah bos yang melarang untuk browsing ria :D, ingin mencari income yang lebih besar, yang masih ingin bekerja di suatu perusahaan selain wiraswasta dan terutama yang baru ajah wisuda. Ada kabar baik buat temen-temen, info ini saya dapat dari teman SMA saya yang bekerja di perusahaan tersebut. Info lengkapnya bisa lihat iklan di bawah ini

PS: iklan ini free of charge, tengkyu to Ratna Kurniasari atas infonya

Apakah ada konspirasi pemesanan tiket pesawat Lion Air ?

Ini posting terakhir saya soal hal-hal yang saya temui dari bepergian ke Medan dan Makassar. Jumat 27 Juni 2008 pukul 09.00 saya dan dua orang teman meluncur ke bandara Hasanuddin untuk kembali ke Ibukota. Dua orang (termasuk saya) menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 795 rute Makassar – Jakarta, sedangkan satu orang teman saya yang lain menggunakan pesawat Garuda dengan rute yang sama. Kami bertiga dijadwalkan untuk take off dari bandara Hasanuddin lebih kurang pukul 11.00.
menuju bandara hasanuddin…>>>

RM Aroma Labbakkang

Mata masih merah, kepala berat dan badan pegal-pegal karena tidur tidak lebih dari 4 jam karena kedatangan di Makassar yang telat pada 26 Juni 2008. Pukul 09.00 sudah harus berangkat menuju kantor regional di Graha Sucofindo, Makassar untuk memberikan materi sosialisasi. Untung saja teman-teman di kantor regional pengertian dengan memberikan tenggat waktu hingga pukul 10.00 sehingga saya tidak terlalu buru-buru menuju kantor. Selama lebih kurang 2 jam saya dan dua teman saya yang lain memberikan materi sosialisasi hingga pukul 12.00. Lunch time, hehehe….Inilah saat yang ditunggu-tunggu, lebih-lebih kami makan siang di luar kantor.
Lunch time :mrgreen: >>

Hotel Clarion

Misuh-misuh, mutung (baca: marah)…untung saja saya gak jadi Hulk. 25 Juni 2008 pukul 17:00 berangkat dari Medan menuju Makassar mengalami dua kali delay pesawat dengan total 3 jam. Di bandara Polonia delay setengah jam dan transit di Jakarta menuju Makassar delay lebih dari 2 jam. Akhirnya saya sampai di bandara Hasanuddin Makassar sudah pukul 00.30 WIB tapi berhubung Makassar adalah Indonesia Tengah jadi di Makassar sudah pukul 01.30 dan perjalanan menuju hotel Clarion hampir memakan waktu 1 jam. Padahal pesawat yang saya tumpangi adalah maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia, tapi kok tetap saja ada delay dengan alasan (seperti biasa) operasional.
Nyampe hotel gak yaa ??? >>>

Merdeka Walk

Berangkat dari hotel setelah sebelumnya saya mengunjungi kost teman saya selama 1 jam. Pukul 10.30 25 Juni 2008 bersama dengan teman saya menuju Merdeka Walk menggunakan becak dengan ongkos IDR 10000. Lama perjalanan hanya sekitar 10 menit dari Hotel Grand Angkasa. Itupun sudah jalan memutar karena jalan raya di Medan banyak yang satu arah. Berhenti dan turun tepat di depan Merdeka Walk, kami langsung masuk menuju kawasan Merdeka Walk.
Merdekaaaaaaa…>>>

Sun Plaza

Setelah seharian melakukan tugas di kantor regional Medan pada 24 Juni 2008 saya diajak oleh seorang teman yang bertugas di kantor regional Medan untuk jalan-jalan. Pada sore hari saya melihat-lihat salah satu pusat perbelanjaan di Medan, yaitu Sun Plaza. Menurut teman saya itu, Sun Plaza layaknya Mal Kelapa Gading di Jakarta. Menurut dia Sun Plaza mempunyai ukuran yang hampir sama dengan Mal Kelapa Gading. Selain itu tingkat keramaiannya juga mampu menyamai Mal Kelapa Gading.
Berangkaaattt menuju Sun Plaza >>>

Hotel Grand Angkasa

Setelah melalui perjalanan yang panjang (gaya banget padahal cuma 2 jam) akhirnya saya sampai di bandara Polonia, Medan. Medan adalah salah satu kota besar di Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 2.036.018 jiwa. Kota yang didominasi oleh suku Melayu Medan, Batak serta Karo. Saya tiba pada hari Selasa 24 Juni 2008 pukul 16.20 dan langsung menuju hotel Grand Angkasa dengan diantar driver. Bukan driver pribadi lho, tapi driver dari kantor yang telah dihubungi sebelumnya untuk menjemput saya.
Menuju Hotel Grand Angkasa >>>

Angkutan (Umum) di Bandara

Senin kemarin, 23 Juni 2008 saya meluncur ke bandara pada pukul 11.30 menggunakan bis DAMRI yang khusus ditujukan ke bandara dari Blok M. Tujuan saya menuju Medan dan nantinya dilanjutkan ke Makassar dalam rangka tugas kantor. Semua tiket sudah dipesan secara online tapi ada satu rute yang tidak bisa pesan secara online. Rute tersebut adalah Makassar – Jakarta, semua travel yang dihubungi untuk pesawat Garuda telah penuh terisi. Akhirnya mau tidak mau, saya harus menggunakan pesawat Lion Air.
Kayak apa ya angkutannya??? >>>

Sex and The City: The Movie

Sementara yang lain rame untuk menonton Kungfu Panda dan Incredible Hulk, saya memutuskan untuk menonton film Sex and The City. Bukan tanpa alasan, tapi saya yakin film ini akan memberikan nilai moral yang dibumbui dengan sedikit humor yang ‘nakal’. Rencananya Jum’at siang, saya ingin membeli tiket nonton di Hollywood KC. Karena saya yakin pasti akan penuh dan kebagian kursi sisa jika saya membeli mendekati jam nonton. Biasanya sih, saya beli tiket jam 14.00 untuk nonton jam 18.30 atau 19.00. Tapi apa mau dikata, ternyata kesibukan pekerjaan di kantor membuat saya tidak bisa membeli tiket lebih awal.
Jadi nonton gak ya >>>